Mengenaskan, Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal

Senin, 28 September 2020 - 11:27:46 wib | Dibaca: 1709 kali 
Mengenaskan, Siswa SMA Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal
Lokasi tewasnya R

GAGASANRIAU.COM, KUANSING - Seorang pelajar tewas akibat tertimbun tanah di lokasi tambang emas tanpa izin (Peti), Minggu (27/9/2020).
 
Korban inisial R (17) seorang siswa kelas tiga SMA tewas di Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuansing, Riau.
 
Dijelaskan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, korban memang ikut bekerja di lokasi peti.
 
Kejadian bermula pada pukul 07.30 WIB, pemilik peti berinisial PE bersama dengan pekerja lainnya memulai aktivitas.
 
Sekitar pukul 08.30 WIB, korban disuruh untuk menyelam ke dasar kolam dengan kedalaman sekitar satu setengah meter dengan kondisi air keruh berwarna kuning.
 
Korban menyelam dilengkapi selang oksigen untuk membawa alat yang bernama spiral yang akan menyedot pasir, yaitu bahan yang diharapkan ada campuran emas di dasar kolam.
 
Pada saat dimulainya penyedotan pasir, dinding kolam yang materialnya berupa campuran tanah dan pasir tiba-tiba longsor dan korban ikut tertimbun.
 
"Tanah bercampur pasir runtuh dan menimbulkan korban,' kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto pada wartawan melalui keterangan tertulis.
 
Atas kejadian itu, kepala desa setempat mendapat laporan adanya salah seorang warga Desa Sungai Alah tertimbun akibat menambang emas illegal.
 
"Kepala desa bersama warga datang ke lokasi  peti untuk mencari korban," kata Sunarto.
 
Sekitar pukul 11.30 WIB, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tewas dan dilakukan evakuasi.
 
Pemilik dan pekerja lain kabur
Namun, pemilik peti dan pekerja lainnya sudah kabur dari tempat kejadian perkara (TKP).
 
"Tiga orang kabur dari TKP, yaitu PE (38) pemilik sekaligus pekerja. Kemudian, dua orang pekerja TO (37) dan EP (37)," kata Sunarto.
 
Sementara itu, Sunarto juga mengatakan bahwa pemilik peti di Desa Sungai Alah sudah beroperasi lebih kurang tiga bulang.
 
Untuk korban sendiri sudah ikut bekerja lebih kurang dua minggu.
 
"Berdasarkan keterangan dari orang tua korban, tahu anaknya bekerja di peti sejak dua minggu yang lalu," pungkas Sunarto.
 
Diberitakan sebelumnya, seorang pekerja penambang emas tanpa izin (Peti) tewas tertimbun tanah di Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Minggu (27/9/2020).
 
Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya korban jiwa akibat aktivitas peti tersebut.
 
Dia menyebutkan, korban bernama R, yang merupakan siswa kelas tiga SMA, warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kuansing.
 
Korban, sambung dia, mendapat pekerjaan di lokasi penambangan emas ilegal sebagai penyelam.
 
Setidaknya ada enam orang pekerja peti yang tewas akibat tertimbun tanah longsor saat menyedot pasir di kolam di Desa Serosah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
 
Setelah dilakukan penyelidikan, Polres Kuansing, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
 
Ketiga tersangka yakni NP alias Ibu (62) selaku pemilik peti dan dua orang pekerja, S (38) dan K (35). Berkas ketiga tersangka sudah diserahkan ke Kejari Kuansing beberapa waktu lalu.
Loading...
BERITA LAINNYA