Tim Pengabdian UNRI Sosialisasi Pencegahan Stunting di Posyandu Harapan Kita

Senin, 15 Agustus 2022 - 12:59:42 wib | Dibaca: 687 kali 
Tim Pengabdian UNRI Sosialisasi Pencegahan Stunting di Posyandu Harapan Kita
Mahasiswa Kukerta UNRI foto bersama ibu kader Posyandu usai menggelar sosialisasi pencegahan stunting di Desa Pasiran.

GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) bersama ibu-ibu kader Posyandu Harapan Kita melaksanakan sosialisasi pencegahan stunting. 

Sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting itu digelar pada Sabtu 13 Agustus 2022 kemarin di Balai Desa Pasiran, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, yang dihadiri ibu-ibu desa setempat. 

"Sosialisasi ini dalam rangka menekan angka stunting atau gizi buruk yang diderita balita Desa Pasiran," kata Zega Dwi Indra. 

Rangkaian acara dimulai dengan pemeriksaan balita, seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, pembagian makanan tambahan, pemberian vitamin dan obat pencegah cacingan. 

"Setelah melakukan pengecekan terhadap balita, di lanjutkan dengan sosialisasi pencegahan stunting yang disampaikan oleh mahasiswa," terangnya. 

Dalam penyampaian sosialisasi, mahasiswa Kukerta juga membagikan brosur kepada masyarakat sehingga mereka mempunyai pegangan dan dapat memahami materi yang disampaikan oleh mahasiswa. 

Masyarakat juga terlihat antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini karena topik yang dibawakan memang sangat penting untuk diketahui orangtua agar pemenuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan baikbaik. 

"Topik pembahasan lebih mengetahui ciri-ciri anak yang terkena stunting, dampak dari stunting, cara pencegahan dan cara penanganannya," paparnya. 

Denga terlaksananya program kerja sosialisasi stunting ini harapannya dapat mengedukasi orangtua khususnya yang berada di desa Pairan dalam upaya pencegahan stunting pada anak sejak dini.

Terkahir mengatakan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari usianya. Kekurangan gizi kerap terjadi sejak bayi dalam kandungan dan gejalanya baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. 

Gejala yang terjadi akibat stunting memiliki ciri-ciri yaitu pertumbuhan yang melambat, berat badan yang tidak naik dan cenderung menurun, pertumbuhan gigi telambat, sulit fokus dan memori rendah, anak mudah sakit, pada usia 8-10 tahun anak menjadi pendiampendiam. 

"Selain itu juga, gejala stunting, anak tidak banyak melakukan kontak mata terhadap orang disekitarnya, serta pubertas yang terhambat. Status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stuntingstunting." Tutupnya. 


Loading...
BERITA LAINNYA