Pemprov Riau Harap FGD Sinkronisasi Kebijakan Kesra Bentuk Santri Unggul Riau

Selasa, 30 April 2024 - 16:10:33 wib | Dibaca: 2527 kali 
Pemprov Riau Harap FGD Sinkronisasi Kebijakan Kesra Bentuk Santri Unggul Riau
Focus Group Discussion (FGD) tentang sinkronasi kebijakan kesejahteraan rakyat bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata tahun 2024 dapat membentuk santri unggulan.

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap Focus Group Discussion (FGD) tentang sinkronasi kebijakan kesejahteraan rakyat bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata tahun 2024 dapat membentuk santri unggulan. FGD tersebut mengambil sub tema pengembangan pondok pesantren yang ada di Riau.

"Dari FGD ini, jangan hanya hasil usulannya saja kita berikan ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait tapi tidak ada tindak lanjutnya. FGD ini diharapakan bisa bentuk santri unggul di Provinsi Riau," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani.

Elly mengatakan, dalam upaya mendukung pengembangan pesantren ke arah yang lebih baik, Pemerintah Daerah (Pemda)bisa memberi kontribusi berupa pemberian fasilitas berbasis teknologi. Fasilitas tersebut tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi salah satu kewenangan yang bisa diberikan oleh Pemda.

Elly melanjutkan, selain fasilitas tersebut, Pemda juga bisa menjadi payung hukum dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia yang mandiri dan berkemampuan. Tak hanya itu, para santri nantinya akan menjadi masyarakat yang berakhlak dengan dasar agama yang kuat.

"Kalau hanya pintar saja atau berhasil saja, namun tidak berakhlak, tidak ditopang dasar agama, bisa jadi hidupnya sia-sia," ucapnya di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, Selasa (30/4/2024).

Elly berharap, FGD ini dapat menjadi wadah bagi para OPD untuk bisa bertukar pikiran, saling memberi masukan, dan menambah wawasan. Sehingga, sesuatu yang konkret dapat disimpulkan secara pasti pada akhirnya.

Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Riau, Sapuan Muhajir mengatakan, di Riau sudah berdiri lebih dari 500 pondok pesantren. Ia menyimpulkan bahwa telah terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan.

Sapuan menjelaskan, saat seseorang mendengar kata pesantren, mereka akan memikirkan hal seperti berebut kamar mandi, santri yang sakit kulit, dan hal-hal yang kurang menyenangkan lainnya. Namun, ia menjelaskan bahwa pesantren lebih dari sekadar itu.

"Kita hidup tidak sebatas pendidikan tinggi, pemimpin hebat bukan hanya kemampuannya mengatur sesuatu, tapi dilandasi dengan akhlak yang baik. Bangsa kita butuh irang dengan mental dari pondok pesantren," terangnya.

Sapuan menambahkan, untuk itulah butuh komitmen bersama antar lintas sektoral untuk bersinergi dan berkolaborasi. Sehingga, pemecahan masalahan dalam pemerintahan di bidang kepemudaan, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata dapat terwujud.


Loading...
BERITA LAINNYA