GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU — Kursi panas 15 camat dan 83 lurah di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru bakal segera bertuan secara definitif. Setelah melewati proses penyaringan panjang sejak akhir 2025, sinyal pelantikan para pejabat wilayah itu kini mulai benderang.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, memastikan bahwa gerbong mutasi hasil seleksi terbuka ini tinggal menunggu waktu. Namun, Agung tampaknya memilih langkah hati-hati. Ia tak ingin terburu-buru melakukan bongkar pasang kabinetnya di tingkat akar rumput.
"Pelan-pelan pelantikan," ujar Agung singkat saat ditemui di sela kegiatannya, Selasa, 10 Februari 2026. Kalimat pendek "pelan-pelan" tersebut seolah memberi pesan bahwa pengisian jabatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang krusial.
Ujian Mesin di Kantor BKN
Perjalanan menuju kursi camat dan lurah di Kota Bertuah kali ini memang terbilang ketat. Setidaknya ada ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengadu nasib dalam lelang jabatan ini. Berdasarkan catatan administrasi, terdapat 58 pelamar yang berebut posisi camat, sementara 111 lainnya bertarung untuk jabatan lurah.
Tak ada lagi istilah "titipan" dalam proses seleksi kompetensi ini. Pada pertengahan Oktober 2025 lalu, para pelamar harus berhadapan dengan layar monitor di Kantor BKN Regional XII Pekanbaru.
Dengan menggunakan sistem Computer Assisted Competency Test (CACT), nasib mereka ditentukan oleh skor yang muncul seketika setelah ujian usai. Sebuah transparansi yang memaksa para ASN tak sekadar memiliki kedekatan, tapi juga kapasitas.
Mendefinisikan Ulang Pelayanan
Lelang jabatan massal untuk 15 camat dan 83 lurah ini bukan tanpa alasan. Sebagai ujung tombak pelayanan publik, lurah dan camat adalah wajah asli pemerintah di mata warga Pekanbaru. Mereka yang nantinya dilantik akan memikul beban berat: mulai dari persoalan sampah yang belum tuntas, perbaikan drainase, hingga urusan administratif yang kerap dikeluhkan melamban.
Kini, bola panas berada di tangan Wali Kota Agung Nugroho. Meski hasil nilai CACT sudah di kantong, faktor integritas dan rekam jejak tetap menjadi penentu akhir.
Publik Pekanbaru kini hanya bisa menunggu, apakah wajah-wajah baru yang akan dilantik nanti benar-benar membawa angin segar, atau sekadar pergantian nama di atas papan jabatan.