NasDem Riau : Ikhtiar Mencetak Politikus Belia dari Bumi Lancang Kuning

NasDem Riau : Ikhtiar Mencetak Politikus Belia dari Bumi Lancang Kuning
Simulasi para peserta RBN melakukan sidang di gedung DPRD Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Gedung DPRD Provinsi Riau pada pertengahan Februari nanti tampaknya tak hanya akan diisi oleh wajah-wajah lama yang sibuk bersidang. Jika tak ada aral melintang, puluhan remaja akan "menduduki" kursi-kursi empuk para legislator.

Mereka bukan datang untuk berdemonstrasi, melainkan untuk belajar bagaimana roda tata negara diputar. Ini adalah bagian dari hajatan Remaja Bernegara (RBN) Session 2 yang ditaja oleh DPW Partai NasDem Riau.

Sebuah program pendidikan politik yang dirancang khusus untuk membasuh skeptisisme Generasi Z terhadap politik yang sering dianggap kotor dan membosankan.

Lonjakan Antusiasme yang Tak Terduga

Siapa sangka, urusan legislasi ternyata mampu menarik perhatian ratusan anak muda. Catatan panitia menunjukkan angka yang cukup mencengangkan. Sejak pendaftaran dibuka pada 4 Februari lalu, sebanyak 389 remaja mendaftarkan diri.

Jumlah ini meroket tajam hingga 400 persen dibandingkan sesi pertama pada Oktober 2025 yang hanya diikuti 67 orang. Uniknya, daya pikat "sidang simulasi" ini meluber hingga ke luar Riau; enam pendaftar tercatat datang dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Jambi.

“Kami hanya mengambil 65 peserta. Dengan jumlah pendaftar sebanyak itu, otomatis kami harus melakukan seleksi yang sangat ketat,” kata Andre Gunawan, penanggung jawab pendaftaran, Selasa lalu.

Antusiasme ini menjadi kabar baik di tengah riuh rendah isu golput di kalangan pemilih muda. Tampaknya, anak muda hari ini lebih memilih untuk terlibat daripada sekadar menjadi penonton di pinggir lapangan.

Sidang, Sejarah, dan Layar Lebar

Ketua Pelaksana RBN Riau, Fitra Asrirama, merancang agenda kali ini dengan lebih berwarna. Tak sekadar duduk mendengarkan ceramah soal pasal-pasal, para peserta akan diajak menyelami sejarah melalui medium film.

Sebuah dokumenter tentang perjuangan di Kabupaten Indragiri Hulu akan diputar untuk merawat ingatan kolektif para peserta.

"Generasi Z mungkin banyak yang tidak tahu ada perlawanan hebat terhadap penjajah di bumi Indragiri. Film ini akan menambah wawasan mereka bahwa bernegara butuh perjuangan,” ujar Fitra, yang juga dikenal sebagai jurnalis dan kreator film sejarah tersebut.

Puncaknya, para peserta akan merasakan langsung atmosfer ruang sidang DPRD Riau. Mereka akan melakukan simulasi sidang, berdebat argumen, hingga mengambil keputusan sebuah pengalaman yang mungkin akan menjadi titik balik bagi karir politik mereka di masa depan.

Pintu Menuju Nasional

NasDem Riau memang tidak main-main. Menurut Ketua Bappilu NasDem Riau, Dedi, program ini adalah jembatan bagi mereka yang memiliki bakat kepemimpinan menonjol. Tahun lalu, lima utusan terbaik dari Riau berhasil menembus RBN tingkat nasional di Jakarta.

“Kedepan, kami akan terus memberikan kesempatan kepada peserta terbaik untuk merasakan suasana RBN di tingkat pusat,” tutur Dedi.

Dukungan pun mengalir. Panitia bahkan mengundang langsung Ketua DPRD Provinsi Riau untuk hadir memberikan suntikan motivasi bagi para calon pemimpin masa depan ini.

Jika kursi legislatif adalah tempat melahirkan kebijakan, maka RBN adalah persemaiannya. Di sana, benih-benih kesadaran bernegara mulai ditanam, tumbuh dari rasa ingin tahu, dan kelak diharapkan berbuah kebijakan yang memihak rakyat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index