2 Bulan Misteri Jagal Keritang: Kinerja Polres Inhil Lamban, Kapolda Riau Didorong Turun Tangan

2 Bulan Misteri Jagal Keritang: Kinerja Polres Inhil Lamban, Kapolda Riau Didorong Turun Tangan
Irjen Pol Herry Heryawan, Kapolda Riau

GAGASANRIAU.COM PEKANBARU -- Sudah dua bulan berlalu sejak jasad C. Adventus J. Hutasoit (47) ditemukan bersimbah darah dengan luka tebasan mengerikan di leher dan kepala.

Namun, hingga detik ini, siapa eksekutor di balik pembunuhan sadis di Dusun Plasma, Indragiri Hilir (Inhil) itu masih bebas berkeliaran.

Lambannya pengungkapan kasus ini memicu kritik pedas terhadap kinerja Polres Inhil. Keluarga korban yang merasa keadilan berjalan di tempat, kini mendesak Kapolda Riau untuk mengambil alih perkara demi memecah kebuntuan.

"Sudah hampir dua bulan pelakunya belum juga ditangkap. Keluarga selama ini tidak bisa tenang, khawatir, dan gelisah," ujar abang kandung korban, Gaya Hutasoit, Senin (2/3).

Indikasi Pembunuhan Berencana yang Terabaikan?

Jasad Hutasoit ditemukan pada 14 Januari 2026 di depan pondok miliknya di areal perkebunan sawit Desa Pancur, Kecamatan Keritang.

Kondisinya tragis, luka robek akibat benda tajam di bagian vital kepala dan leher mengindikasikan adanya niat jahat yang matang.

Keluarga menduga kuat ini adalah pembunuhan berencana. Pelaku ditengarai sangat memahami pola hidup korban yang tinggal sendirian di tengah kebun.

Ironisnya, meski keluarga sudah berinisiatif mengumpulkan informasi lapangan untuk membantu penyidik, progres kepolisian dianggap masih jalan di tempat.

"Kami mohon Bapak Kapolda turun tangan. Kami yakin kalau Bapak Kapolda yang turun tangan, pasti pelakunya ditangkap," tegas Gaya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal mosi tidak percaya keluarga terhadap efektivitas penanganan di tingkat Polres.

Dalih 'Masih Penyelidikan'

Di sisi lain, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora berdalih pihaknya masih bekerja ekstra. Ia mengklaim sudah ada 17 saksi yang diperiksa serta melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau untuk mengolah tempat kejadian perkara (TKP).

"Masih proses penyelidikan pelaku," ujar Farouk singkat saat dikonfirmasi, Senin malam.

Namun, pembelaan tersebut dinilai belum menjawab keresahan publik. Jumlah saksi yang banyak seolah kontras dengan hasil yang nihil.

Publik kini mempertanyakan, apakah kendala teknis yang menghambat, atau memang ada ketidakseriusan dalam memburu sang 'jagal' dari Keritang tersebut?

Selama pelaku belum diringkus, rasa aman bagi warga di Indragiri Hilir—khususnya para petani sawit yang hidup terpencil—kini berada di titik nadir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index