Bak Film Action! Mobil Bandar Sabu di Rohil Terbalik Usai Kejar-kejaran Panas dengan Polisi

Bak Film Action! Mobil Bandar Sabu di Rohil Terbalik Usai Kejar-kejaran Panas dengan Polisi
Mobil HM (35)terbalik usai kejar-kejran dengan polisi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Aksi kejar-kejaran menegangkan bak film action mewarnai penangkapan pengedar narkotika di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

HM (35) seorang pengedar tak berkutik setelah mobil yang dikendarainya terbalik saat mencoba kabur dari kepungan petugas.

Kejadian dramatis ini bermula saat tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan pengembangan kasus dari tersangka sebelumnya, F (44).

F diciduk lebih dulu di wilayah Bagan Sinembah dengan barang bukti sabu seberat kurang lebih 10 gram.

"Tim Opsnal Subdit II bergerak cepat dan lebih dulu mengamankan F di lokasi," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Putu Yudha Prawira kepada wartawan, Rabu (3/3/2026).

Nekat Tancap Gas Hingga Terjungkal

Setelah menciduk F, polisi mengantongi nama HM sebagai 'bos' pemilik barang haram tersebut.

Petugas langsung memburu HM ke persembunyiannya. Bukannya menyerah, HM yang menyadari kedatangan polisi justru menginjak gas sedalam-dalamnya.

Aksi saling salip dan kejar-kejaran di jalanan tak terhindarkan. Namun, pelarian HM berakhir tragis. Mobil yang dikendarainya kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik.

"Dalam upaya pelarian tersebut, kendaraan yang digunakan tersangka terbalik sehingga yang bersangkutan berhasil kami amankan," tegas Putu Yudha.

Cuan Gila-gilaan: Untung Rp 18 Juta per Ons!

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti yang cukup mencolok.

Selain puluhan paket sabu siap edar, polisi menyita unit Toyota Fortuner BM 805 MR, tas hitam, hingga uang tunai ratusan ribu rupiah dari tersangka F.

Bisnis haram ini ternyata menjanjikan keuntungan menggiurkan. F mengaku meraup cuan Rp 14 juta dari setiap penjualan satu ons sabu.

Sementara sang bandar, HM, mengantongi keuntungan lebih besar, yakni Rp 18 juta per ons.

Tak main-main, polisi juga menyita saldo rekening atas nama orang lain senilai Rp 56.476.000 milik HM yang diduga kuat hasil bisnis narkoba.

Memburu Sosok Misterius Berinisial RD

Berdasarkan hasil tes urine, kedua tersangka dinyatakan positif methamphetamine.

Kini, radar polisi beralih ke sosok misterius berinisial RD yang disebut-sebut sebagai pemasok utama sabu kepada HM.

"RD masih kami buru. Kami akan menelusuri hingga ke atas untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Riau," pungkas Putu Yudha.

Kini kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Riau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index