GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Dengan memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini memicu kekhawatiran global, tak terkecuali bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Pasalnya, di tengah ancaman stabilitas negara-negara Teluk, langkah berani justru diambil oleh Cahaya Hati Tour and Travel di Kota Pekanbaru.
Walaupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengeluarkan imbauan agar jemaah mempertimbangkan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan, biro perjalanan ini memastikan seluruh agenda keberangkatan jemaah mereka tetap berjalan normal tanpa penundaan sedikit pun.
H Oktri M Sastrawati SE, Direktur Utama Cahaya Hati Tour and Travel Pekanbaru, sebagaimana dikutip dari cakaplahcom, menegaskan komitmennya untuk tetap memberangkatkan jemaah sesuai rencana awal, seolah menepis risiko keamanan yang membayangi wilayah tersebut.
"Alhamdulillah, jemaah kita berangkat lancar, tidak ada penundaan. Bahkan untuk keberangkatan tanggal 7 dan 9, termasuk paket umrah Lailatul Qadar, sampai detik ini dari pihak maskapai belum ada informasi pengunduran," tegas Oktri, Rabu (4/3).
Strategi 'Jalur Putar' Lewat Kuala Lumpur
Di saat situasi ruang udara Timur Tengah sedang tidak menentu, Cahaya Hati Tour and Travel menerapkan strategi rute transit guna memastikan operasional tetap berjalan.
Oktri menjelaskan, pihaknya menggunakan maskapai Super Air Jet untuk rute Pekanbaru-Kuala Lumpur, yang kemudian dilanjutkan dengan Batik Air (OD) menuju Terminal Haji Bandara Jeddah.
"Alhamdulillah sejauh ini tidak ada penundaan. Mungkin jalurnya saja yang dibedakan oleh pihak maskapai, sesuai tuntutan mungkin dari pihak bandara. Baik bandara yang dari Kuala Lumpur maupun bandara yang ada di Jeddah," bebernya secara rinci.
Kendati demikian, Oktri tak menampik adanya gangguan pada maskapai yang memiliki basis operasi langsung di jantung Timur Tengah seperti Etihad, Emirates, atau Qatar Airways.
Ia mengakui adanya potensi penyesuaian jadwal pada maskapai-maskapai tersebut akibat faktor keamanan yang fluktuatif.
Kejar Target 70 Jemaah di Tengah Ketegangan
Seolah tak terpengaruh oleh bara konflik, Cahaya Hati Tour and Travel mencatat aktivitas yang cukup masif sepanjang Ramadan ini.
Sebanyak 45 jemaah telah diberangkatkan, terdiri dari 25 orang paket umrah satu bulan penuh dan 20 orang pada awal Ramadan.
Tak berhenti di situ, sebanyak 10 jemaah dijadwalkan terbang pada 7 Maret, serta 15 orang lainnya pada 9 Maret khusus untuk mengejar keutamaan Lailatul Qadar.
"Totalnya ada sekitar 70 jemaah untuk periode Ramadan ini. Sampai detik ini belum ada informasi penundaan dari pihak maskapai kita,” tambah Oktri.
Bertaruh pada Doa di Depan Kabah
Oktri memastikan kondisi jemaah yang saat ini sudah berada di Tanah Suci dalam keadaan sehat.
Di tengah jutaan umat Islam yang memadati Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ia pun menitipkan harapan besar melalui doa para jemaah.
"Mudah-mudahan mereka sehat, menjalankan seluruh rangkaian ibadahnya... dan mudah-mudahan mereka berdoa di depan Kabah, kita minta kepada seluruh jemaah untuk mendoakan supaya Allah memberikan kemenangan buat umat Islam," pungkasnya.
Keputusan Cahaya Hati Tour and Travel untuk tetap beroperasi di tengah peringatan resmi otoritas Saudi ini menjadi potret kontradiktif antara tuntutan ibadah, keberlangsungan bisnis, dan taruhan keselamatan jemaah di wilayah yang kini berada di ambang ledakan konflik.