GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Sanitiar Burhanuddin, Jaksa Agung kembali melakukan perombakan besar-besaran di internal Korps Adhyaksa melalui keputusan tertanggal 13 April 2026.
Mutasi tersebut tercatat sebanyak 167 pejabat struktural resmi didepak dari posisi lama mereka, memicu spekulasi mengenai efektivitas dan urgensi penyegaran di tengah sorotan publik terhadap institusi penegak hukum.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menjadi salah satu titik pusat dalam pusaran mutasi kali ini.
Pucuk pimpinan Korps Cokelat di Riau resmi berganti; Dr. Sutikno, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, digeser untuk memimpin Kejati Jawa Barat.
Posisi yang ditinggalkan Sutikno kini diserahkan kepada I Dewa Gede Wirajana, S.H., M.H..
Dan menariknya, Wirajana datang dengan rekam jejak sebagai "auditor internal" dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM Was), di mana ia sebelumnya menjabat sebagai Inspektur III.
Masuknya figur dari sektor pengawasan ke Riau memunculkan pertanyaan tajam, apakah ini langkah strategis untuk "bersih-bersih" internal atau sekadar rotasi rutin birokrasi?
Pembersihan di Level Pimpinan JPT Pratama
Selain itu juga, gerbong mutasi di Riau tidak hanya menyentuh kursi nomor satu.
Edi Handojo, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Kejati Riau, kini ditarik ke Kejaksaan Agung untuk menjabat sebagai Direktur I pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel).
Kursi yang ditinggalkannya akan diisi oleh Adhi Prabowo, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati Maluku.
Bukan hanya berhenti di sana, struktur Pejabat Utama (PJU) di Kejati Riau turut dipreteli, diantaranya Dr. Mernawati, S.H., M.H. dicopot dari jabatan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Riau untuk ditugaskan sebagai Kabag Program pada Sekretariat JAM Intel.
Kemudian Romy Rozali, S.H., M.M. kehilangan posisinya sebagai Asisten Pembinaan (Asbin) Kejati Riau dan ditarik menjadi Kabag Keuangan pada Sekretariat JAM Intel.
Jabatan Asdatun Riau yang baru kini diserahkan kepada Jerniaty, S.H., M.H. (mantan Kajari Sragen), sementara jabatan Asbin Riau diisi oleh Dr. Pofrizal, S.H., M.H. (mantan Kajari Lampung Timur).
Rotasi di Tingkat Daerah: Dumai dan Rokan Hulu Berganti Wajah
Di level akar rumput, pergeseran juga terjadi pada sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di wilayah hukum Riau.
Pri Wijeksono, S.H., M.H. resmi meninggalkan kursi Kajari Dumai untuk menjabat sebagai Asisten Intelijen di Kejati Jawa Timur. Posisinya digantikan oleh Furkon Syah Lubis, S.H., M.H..
Sementara itu, Dr. Rabani Meryanto Halawa, S.H., M.H. dipindah-tugaskan dari jabatannya sebagai Kajari Rokan Hulu menjadi Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejati Nusa Tenggara Barat. Kursi pimpinan di Rokan Hulu kini diduduki oleh Fredy Feronico Simanjuntak, S.H., M.H.
.Rangkaian keputusan masif ini diteken langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin serta Jaksa Agung Muda Pembinaan Dr. Hendro Dewanto.
Publik kini menanti, apakah wajah-wajah baru yang didominasi latar belakang pengawasan dan intelijen ini mampu menuntaskan tunggakan kasus atau justru mempertebal barisan birokrasi di Bumi Lancang Kuning.