Amuk Massa di Panipahan Kembali Terjadi, Warga Gerebek Bandar Narkoba Bentuk Hilang Kepercayaan pada APH?

Amuk Massa di Panipahan Kembali Terjadi, Warga Gerebek Bandar Narkoba Bentuk Hilang Kepercayaan pada APH?
Tangkapan layar video amatir milik warga yang menunjukan sebuah bungkusan diduga narkotika jenis sabu

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kembali, massa mengamuk akibat tumpulnya penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkotika pecah di wilayah hukum Rokan Hilir, Riau.

Dalam video amatir warga yang beredar di media sosial, ratusan warga Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, meluapkan amarah dengan merangsek masuk ke bangunan sarang walet milik terduga bandar narkoba berinisial A, Rabu (15/4) sore.

Aksi ini merupakan rentetan dari gelombang protes warga yang kian tak terkendali. Sebelumnya, pada Jumat (10/4), massa juga telah menghancurkan rumah kediaman A serta membakar sejumlah sepeda motor dan perabot milik terduga bandar tersebut.

Bukti Sabu di Tangan 'Emak-emak'

Aksi heroik sekaligus miris tersebut terekam jelas dalam video yang viral melalui akun Facebook @ahmad sidik.

Dalam rekaman tersebut, massa yang didominasi warga setempat terlihat beringas merangsek masuk ke bangunan berdinding seng.

Mereka melakukan penggeledahan mandiri untuk mencari barang bukti yang selama ini dianggap luput dari pantauan aparat.

Puncak ketegangan terjadi saat seorang ibu-ibu (emak-emak) menunjukkan bungkusan plastik bening yang diyakini berisi sabu-sabu.

"Ini barang bukti! Ini barang bukti!" teriaknya histeris di tengah riuh rendah massa yang merangsek masuk ke lokasi.

Meski sempat memanas, aksi pada Rabu sore tersebut tidak berujung pada aksi pembakaran bangunan, berbeda dengan insiden Jumat pekan lalu yang menyisakan puing-puing kendaraan yang hangus.

Mosi Tidak Percaya dan Polisi yang Membisu

Berdasarkan keterangan sumber internal warga yang menolak identitasnya diungkap, aksi ini merupakan puncak kekecewaan terhadap kinerja kepolisian.

Sejak penggerebekan pertama pada Jumat lalu, warga menilai belum ada langkah konkret maupun penangkapan terhadap terduga bandar maupun pengedar yang meresahkan wilayah mereka.

"Hingga sekarang belum ada seorang pun terduga bandar dan pengedar narkoba yang ditangkap aparat," ujar sumber tersebut dikutip dari Riauterkinicom.

Keresahan ini nyatanya tidak hanya terjadi di satu titik. Sejumlah akun media sosial melaporkan aksi serupa terjadi secara sporadis di beberapa desa di Kecamatan Pasir Limau Kapas.

Warga secara kolektif memilih jalur "jalanan" dengan menggeruduk rumah-rumah yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkoba.

Ironisnya, di tengah gejolak massa yang menuntut keadilan, pihak kepolisian justru memberikan respons dingin.

Kapolsek Panipahan yang baru menjabat hitungan hari, Iptu Subiarto Aprido Tampubolon, memilih bungkam seribu bahasa.

Upaya konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan singkat WhatsApp hanya direspons normal pada awalnya, namun Iptu Subiarto mendadak tidak memberikan tanggapan apa pun saat ditanya mengenai aksi massa yang mengarah pada tindakan main hakim sendiri tersebut hingga berita ini diturunkan.

Kekosongan penegakan hukum di Panipahan kini menjadi bom waktu, di mana warga lebih memilih bergerak sendiri daripada menunggu kepastian dari aparat yang membisu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index