Paradoks Ketenagakerjaan Riau, Kalah dari Pelalawan, Pekanbaru dan Bengkalis Juara Pengangguran

Paradoks Ketenagakerjaan Riau, Kalah dari Pelalawan, Pekanbaru dan Bengkalis Juara Pengangguran
Pengangguran Riau, BPS 2025, Pekanbaru, Bengkalis, Pelalawan, TPT Riau, Ekonomi Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU -- Sungguh ironis meskipun dikepung industri perkebunan sawit, pabrik pengolahan, hingga raksasa migas di Bumi Lancang Kuning ternyata menyisakan persaolan mendasar untuk masyarakatnya.

Pasalnya, kehadiran pusat-pusat ekonomi raksasa tersebut tak serta-merta menjadi jaminan tuntasnya persoalan pengangguran di tingkat lokal.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 memotret jurang ketimpangan yang cukup tajam terkait kemampuan penyerapan tenaga kerja antar-kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Di satu sisi, ada wilayah yang sukses menekan angka pengangguran secara signifikan, namun di sisi lain, daerah perkotaan dan wilayah pesisir kaya sumber daya justru bergulat dengan angka pengangguran yang tinggi.

Secara makro, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional pada 2025 tercatat sebesar 4,85 persen, turun tipis dari tahun sebelumnya yang berada di level 4,91 persen.

Sementara untuk Provinsi Riau, rata-rata TPT berada di angka 4,16 persen.

Kendati rata-rata provinsi tampak terkendali, potret di tingkat daerah memperlihatkan kontras yang mencolok, terutama jika membandingkan performa Kota Pekanbaru dan Kabupaten Bengkalis dengan pencapaian gemilang Kabupaten Pelalawan.

Kabupaten Pelalawan tercatat keluar sebagai wilayah dengan tingkat pengangguran terbuka paling rendah di Provinsi Riau, yakni bertengger di angka 2,42 persen.

Capaian ini berada jauh di bawah rata-rata provinsi dan menjadi indikator keberhasilan penyerapan angkatan kerja lokal di sektor pendukung industri.

Sebaliknya, kondisi berkebalikan justru terjadi di pusat ibu kota provinsi dan wilayah pesisir utara. Kota Pekanbaru mencatatkan TPT yang jauh lebih tinggi, yakni mencapai 5,24 persen.

Posisi yang lebih pelik lagi dialami oleh Kabupaten Bengkalis, di mana angka penganggurannya melonjak hingga menyentuh 5,32 persen—bahkan hanya terpaut tipis dari Kabupaten Kepulauan Meranti yang menjadi wilayah dengan pengangguran tertinggi di Riau (5,43 persen).

Tingginya TPT di kota besar seperti Pekanbaru dan daerah kaya industri migas seperti Bengkalis mengindikasikan adanya fenomena mismatch atau ketidaksesuaian kualifikasi.

Sifat industri modal padat (capital intensive) kerap kali membutuhkan spesifikasi keahlian tertentu yang belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh tenaga kerja lokal, sehingga memicu gelombang pencari kerja yang menganggur di tengah gemerlapnya kawasan industri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index