20.800 Siswa Pekanbaru Menanti Seragam Gratis, DPRD Peringatkan Sekolah Jangan Timbun dan Disdik Jangan Alpa Kualitas

20.800 Siswa Pekanbaru Menanti Seragam Gratis, DPRD Peringatkan Sekolah Jangan Timbun dan Disdik Jangan Alpa Kualitas
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU -– Politisi PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, melayangkan peringatan keras kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terkait penyaluran program bantuan seragam sekolah gratis.

Tekad menegaskan agar pendistribusian seragam bagi peserta didik baru tingkat SD dan SMP negeri tersebut tidak sampai tertahan atau menumpuk begitu saja di pihak sekolah.

Selain mendesak percepatan distribusi, dia meminta Pemko memastikan proses penyaluran berjalan tanpa hambatan agar para orang tua siswa tidak lagi dibayang-bayangi kecemasan biaya pembelian seragam.

Dijelaskan Tekad, program seragam gratis ini sejatinya dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya para orang tua yang harus menanggung beragam kebutuhan sekolah pada awal tahun ajaran baru.

“Jadi, kita memang minta itu didistribusikan secepat mungkin karena ini sangat membantu melalui program seragam gratis. Supaya orang tua tidak ada kekhawatiran lagi dan tidak perlu membeli seragam sendiri,” kata Tekad kepada media, Selasa (27/10/2026).

Dirinya juga mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru untuk memastikan seluruh setel seragam yang telah selesai diproduksi segera dikirimkan ke tiap-tiap sekolah target.

Bagi Tekad, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menunda-nunda proses distribusi apabila seluruh kelengkapan seragam memang sudah siap disalurkan ke tangan siswa.

Di samping masalah kecepatan, Tekad menggarisbawahi krusialnya ketepatan jumlah dan akurasi ukuran seragam yang diterima masing-masing peserta didik.

Dirinya meminta pemerintah daerah menjamin bantuan tersebut presisi dengan kebutuhan siswa agar tidak menimbulkan masalah baru saat dibagikan di lapangan.

“Kalau bisa, sesegera mungkin didistribusikan ke setiap sekolah dan dipastikan jumlah serta ukurannya sesuai. Jangan sampai nanti ada yang kurang atau ukurannya tidak sesuai dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, Tekad turut menyoroti potensi munculnya seragam yang cacat produksi atau tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Ia mengimbau masyarakat luas, terutama para orang tua murid, untuk tidak ragu melapor jika menemukan bantuan seragam yang tidak layak pakai.

Laporan terbuka dari warga, kata Tekad, bakal dijadikan amunisi bagi Komisi III DPRD Pekanbaru untuk menindaklanjuti temuan tersebut melalui fungsi pengawasan legislatif.

“Kalau memang ada seragam yang tidak layak atau tidak sesuai standar, masyarakat silakan melaporkan kepada kami di Komisi III. Kalau ada ketidaksesuaian, tentu akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Ia pun secara khusus mengingatkan jajaran kepala sekolah dan pengelola pendidikan agar tidak berani menahan atau menimbun stok seragam yang telah diterima dari dinas.

Setiap setel seragam yang masuk ke sekolah wajib hukumnya untuk segera diserahkan kepada para siswa penerima sesuai dengan data resmi yang telah ditetapkan.

Tekad berharap seluruh tahapan penyaluran program ini dapat dikawal secara tertib dan transparan.

Dengan demikian, anggaran daerah yang telah dialokasikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh peserta didik yang menjadi sasaran program.

Desakan keras dari pihak legislatif ini mengemuka di tengah persiapan Pemko Pekanbaru membagikan seragam gratis untuk puluhan ribu siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

Berdasarkan publikasi resmi Pemko Pekanbaru pada Selasa (27/10/2026), bantuan ini menyasar sebanyak 20.800 siswa SD dan SMP negeri.

Rincian sasaran penerima tersebut mencakup sekitar 9.800 siswa tingkat SD dan 11.000 siswa tingkat SMP.

Masing-masing peserta didik nantinya akan menerima tiga stel seragam lengkap, yaitu seragam merah-putih (SD) atau putih-biru (SMP), seragam olahraga, serta seragam Pramuka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu penuntasan pengiriman seragam olahraga untuk beberapa sekolah.

Usai seluruh perlengkapan terkumpul utuh, Disdik akan segera berkoordinasi dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho guna menetapkan jadwal resmi pembagian.

Jamal mengklaim pemerintah akan mengupayakan penyaluran secepat mungkin mengingat persiapan pengadaan pada prinsipnya telah mendekati tahap akhir.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru sempat menargetkan distribusi seragam gratis ini mulai mengucur pada Oktober 2026.

Program ini pada awalnya hanya dirancang bagi siswa dari keluarga kurang mampu, namun dalam perkembangannya diperluas untuk mencakup seluruh peserta didik baru di SD dan SMP negeri.

Khusus bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang masuk lewat jalur afirmasi, pemerintah juga menyiapkan paket bantuan tambahan berupa tas dan buku sekolah.

Bagi Tekad Abidin, percepatan eksekusi di lapangan menjadi kunci utama agar dampak sosial dari program ini segera menyentuh masyarakat.

Ia menegaskan agar Pemko Pekanbaru tidak cuma berpuas diri pada tuntasnya proses pengadaan, tetapi juga menjamin bantuan tiba dalam kondisi layak, jumlah yang pas, dan ukuran yang sesuai.

Pengawasan ketat menurutnya mutlak diperlukan agar efektivitas program tidak berhenti pada pemenuhan administrasi di atas kertas, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan riil siswa dan meringankan beban finansial orang tua.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index