Blunder Pernyataan Menteri Bahlil: Panic Buying Menjalar hingga Pelosok Meranti

Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:21:48 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia

GAGASANRIAU.COM, SELATPANJANG  — Pejabat publik hendaknya menjaga "mulut" sebelum mengeluarkan pernyataan resmi ke ruang siber. Karena dampaknya akan sangat fatal dan menyebabkan keresehan di tingkat masyarakat.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ini, alih-alih menenangkan, statemen Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait ketahanan energi nasional justru memicu gelombang panic buying yang menyiksa warga di daerah kepulauan.

Pernyataan Bahlil mengenai stok BBM Indonesia yang hanya mampu bertahan 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz menjadi pemantik api kekhawatiran.

Dampaknya terasa nyata di Kepulauan Meranti, Riau, di mana ratusan warga terpaksa "bertempur" di bawah terik matahari demi mengamankan literan bensin.

Ratusan Warga Mengular di APMS

Pantauan di Selatpanjang pada Sabtu (7/3/2026) menunjukkan pemandangan kontras dengan hari-hari biasa. Antrean kendaraan mengular panjang di dua Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Jalan Imam Bonjol dan Jalan Alahair.

Polisi bahkan harus turun tangan mengamankan lokasi guna meredam emosi warga yang mulai terpancing suasana.

Ironisnya, kepanikan ini terjadi justru saat stok BBM di lapangan sebenarnya melimpah.

"Stok banyak, ini nanti masuk lagi. Mungkin ketakutan gegara berita," ujar salah seorang pekerja APMS di sela kesibukannya melayani warga yang tampak cemas.

Meski petugas memastikan jadwal pelayanan normal dan pengisian tidak dibatasi, psikologi massa yang telanjur "terprovokasi" oleh berita pusat membuat antrean tak kunjung surut hingga Sabtu siang.

Bantahan Daerah: Stok Aman hingga Lebaran

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, berupaya keras meredam situasi. Ia menegaskan hasil pengecekan lapangan menunjukkan pengusaha menjamin stok BBM aman, bahkan berlebih untuk menghadapi momen Lebaran mendatang.

"Sampai hari ini stok BBM masih aman bahkan lebih. Pada tanggal 11 nanti akan datang lagi sekitar 300 kiloliter untuk menambah persediaan," tegas Muzamil.

Ia mendesak pihak SPBU/APMS untuk mengoperasikan seluruh pompa bahan bakar guna mengurai antrean dan meminta koordinasi cepat dengan Forkopimda jika terjadi kendala harga maupun distribusi.

Klarifikasi yang Terlambat

Menteri Bahlil sendiri akhirnya memberikan klarifikasi atas pernyataannya yang kontroversial tersebut. Ia berdalih bahwa kapasitas penyimpanan BBM Indonesia memang sejak lama berada di angka 25 hari.

Namun, ia menjamin pasokan tetap aman karena Pertamina telah melakukan pengalihan sumber impor (switching) dari Timur Tengah ke Amerika, Nigeria, dan Brasil.

"Jadi Insya Allah, sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru," klaim Bahlil.

Namun, nasi telah menjadi bubur. Di tingkat tapak seperti Kepulauan Meranti, "suasana kebatinan" masyarakat sudah terlanjur terganggu.

Perubahan narasi dari pusat tidak otomatis menghentikan antrean kendaraan di daerah. Kejadian ini menjadi catatan kritis bahwa kebijakan komunikasi publik seorang menteri memiliki dampak domino yang nyata bagi stabilitas sosial di daerah terpencil.

Terkini