Dapur Tak Berasap: 3 Bulan Honor Petugas Masjid Agung Istiqomah Bengkalis Disandera Ketidakpastian

Ahad, 08 Maret 2026 | 17:11:57 WIB
Masjid Agung Istiqomah Bengkalis

GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS -- Kejadian ironi melanda Masjid Agung Istiqomah, sebuah ikon ibadah di Kabupaten Bengkalis.

Pasalnya, di balik kemegahannya, puluhan petugas yang mengabdi di sana justru harus menelan pil pahit.

Sudah tiga bulan lamanya, para pekerja mulai dari imam, tenaga kebersihan, hingga satuan pengamanan (satpam) belum menerima upah atau honor dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis.

Kondisi ini memaksa para petugas memutar otak demi menyambung hidup.

Berhutang menjadi satu-satunya jalan keluar agar dapur tetap berasap di tengah ketidakjelasan hak yang tak kunjung ditunaikan oleh pengurus masjid maupun pemerintah daerah.

"Belum terima honor. Kami tak tau apa kendalanya. Namun untuk memenuhi kebutuhan dapur kami, terpaksa berhutang," keluh salah seorang petugas yang enggan identitasnya diungkap, Ahad (8/3).

Ia menambahkan, tanpa berhutang atau mengandalkan pinjaman dana masjid, mustahil bagi mereka memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga saat ini.

Status Pekerja: Antara Ada dan Tiada

Krisis ini diperparah dengan status kepegawaian 24 petugas masjid yang kini menggantung.

Muncul ketidakjelasan apakah mereka dikategorikan sebagai tenaga outsourcing atau sekadar petugas internal masjid biasa.

Sebelumnya, pengelolaan SDM ini berada di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Bengkalis.

Namun, perubahan aturan justru menyisakan carut-marut administratif.

"Statusnya juga tak jelas. Apakah honor masjid atau tenaga outsourcing. Karena sebelumnya ada dua orang yang sudah mengajukan outsourcing... setelah lengkap malah dibatalkan. Alasannya sejak aturan baru untuk tenaga di bidang keagamaan berada di bagian Kesra," ungkap sumber tersebut.

Dalih Pemkab: Masalah Skema Hibah

Menanggapi jeritan para petugas, Plt Kabag Kesra Setdakab Bengkalis, H. Herman, mengklaim bahwa proses pencairan sedang berjalan.

Ia menjanjikan honor tersebut akan dibayarkan sebelum hari raya Lebaran tiba.

Namun, Herman meluruskan bahwa skema pembayaran bukan berasal langsung dari honor daerah pemkab, melainkan melalui mekanisme dana hibah.

"Sedang proses. Jadi nanti sebelum lebaran dibayarkan. Namun ini bukan seperti honor yang diserahkan oleh pemkab, melainkan melalui dana hibah ke masjid saja," ujar Herman.

Herman menegaskan bahwa para petugas masjid ini bukan merupakan tenaga PPPK paruh waktu maupun tenaga outsourcing, melainkan sepenuhnya berada di bawah pengelolaan masjid.

Alibi inilah yang membuat anggaran mereka disalurkan melalui dana hibah ke Masjid Agung Istiqomah Bengkalis.

Meski janji "sebelum lebaran" telah terucap, para petugas tetap dihantui ketidakpastian.

Di tengah narasi birokrasi mengenai skema hibah, faktanya puluhan pekerja tetap harus bertahan hidup dengan tumpukan hutang selama tiga bulan terakhir.

Terkini