GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Dan hingga berita ini dilansir Karhutla tersebut belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (11/3).
Tak hanya merusak ekosistem gambut, Karhutla itu kini mengancam eksistensi satwa dilindungi, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae).
Kawasan yang terbakar diketahui merupakan wilayah jelajah harimau, sehingga petugas gabungan yang berjibaku di lapangan harus meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melakukan pemadaman.
Ancaman serangan satwa buas yang kehilangan habitat kini menjadi risiko nyata bagi para petugas di garis depan.
Penyelidikan Lamban: Siapa Dalangnya?
Hingga saat ini, pihak Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan di bawah pimpinan AKBP John Louis Letedara masih berupaya mengungkap penyebab pasti munculnya api di kawasan tersebut.
Namun, publik menanti ketegasan aparat dalam menjerat aktor di balik terbakarnya lahan gambut ini.
Kasatreskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata, menyatakan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah melakukan pendinginan di lokasi titik api sembari mengumpulkan bukti-bukti penyelidikan.
"Masih penyelidikan. Saat ini juga dilakukan pendinginan titik api di lokasi," kata Yoga dilansir dari Kompas.com.
Habitat Endemik Terputus, 2 Hektar Hangus
Kebakaran yang telah memasuki hari kedua ini melahap semak belukar dan hutan tanah gambut.
Petugas gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Rengat, TNI, Polri, masyarakat, dan tim pemadam perusahaan masih terus berupaya mengendalikan si jago merah.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi api dilaporkan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.
Berdasarkan perkiraan sementara, luas lahan gambut yang hangus terbakar telah mencapai 2 hektar.
Selain kerugian ekologis, karhutla ini dipastikan merusak habitat alami dan memutus jalur jelajah satwa endemik di wilayah tersebut.
Rusaknya habitat ini dikhawatirkan akan memicu konflik antara manusia dan satwa di masa depan, mengingat jalur jelajah harimau yang kini terputus oleh abu dan sisa kebakaran.