GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Provinsi Riau alias Bumi Lancang Kuning kini berada dalam status siaga darurat yang mengkhawatirkan memasuki musim kemarau ini dari rutinitas Kebakaran Hutan dan lahan tiap tahunnya.
Kali ini, berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Senin (23/3/2026), jumlah titik panas (hotspot) di Bumi Lancang Kuning melonjak drastis hingga mencapai 281 titik.
Data tersebut menjadikannya wilayah paling "berapi" di seluruh Pulau Sumatera.
Baca juga : Lebaran di Balik Asap, Karhutla Pelalawan Mengganas, Harapan Modifikasi Cuaca Masih Digantung BNPB
Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia, mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan radar citra satelit sejak pukul 23.00 WIB, total terdeteksi 427 titik panas di wilayah Sumatera.
Ironisnya, lebih dari separuh angka tersebut disumbang oleh Provinsi Riau.
"Jumlah terbanyak ada di Provinsi Riau dengan 281 titik panas, disusul Kepulauan Riau 87, Aceh 32, Sumatera Utara 15, Sumatera Selatan 3, Bengkulu 3, Sumatera Barat 3, Jambi 2, dan Lampung 1," papar Bella dikutip dari Riaupos.co.
Bengkalis dan Dumai Jadi "Neraka" Titik Panas
Kritisme tertuju pada sebaran titik panas di internal Riau yang menunjukkan angka anomali.
Kabupaten Bengkalis mencatatkan angka fantastis dengan 124 titik panas, disusul Kota Dumai yang menembus 90 titik.
Posisi selanjutnya ditempati Pelalawan dengan 48 titik, Siak 10 titik, Rokan Hilir 7 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik.
Dominasi titik panas di wilayah pesisir ini menjadi ancaman serius bagi kualitas udara dan kesehatan masyarakat, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering dan minim hujan.
Prakiraan Cuaca: Harapan Hujan Masih Tipis
Kondisi di lapangan diprediksi semakin sulit karena faktor alam. Sejak pagi hingga siang hari, wilayah Riau didominasi udara kabur dan cerah berawan tanpa adanya potensi hujan sedikit pun.
Memasuki sore hingga malam hari, cuaca diperkirakan tetap cerah berawan.
Meski hujan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Kampar, dan Siak, namun hal tersebut dinilai belum cukup kuat untuk memadamkan ratusan titik api yang sudah terlanjur membara.
Dini hari nanti, udara kabur kembali mendominasi, meski ada potensi hujan ringan di Kampar, Siak, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
"Suhu udara di Provinsi Riau diperkirakan berkisar antara 23–33 derajat celcius, dengan kelembapan udara 55–98 persen. Arah angin berhembus dari Timur Laut–Selatan dengan kecepatan 10–30 km/jam," ungkap Bella.
Sementara itu, prakiraan tinggi gelombang di wilayah perairan Riau masih terpantau rendah antara 0.5–1.25 meter.
Dengan kecepatan angin mencapai 30 km/jam, risiko perambatan api di lahan gambut Riau dipastikan menjadi tantangan berat bagi tim satgas darat maupun udara.