Mandi Berujung Maut di Batang Kuantan, Jasad Riki Ditemukan Mengapung 1,5 KM dari Lokasi Awal

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:55:02 WIB
Petugas saat mengevakuasi korban di rumah duka

GAGASANRIAU.COM, KUANTAN SINGINGI, — Pihak Kantor SAR Pekanbaru mengungkapkan operasi pencarian terhadap Riki Rikardo (26), warga Desa Pulau Kumpai yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), berakhir duka.

Usai tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Rabu (13/5) pagi. Jasad pemuda tersebut ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

Kronologi Tragis di Pinggir Sungai

Dijelaskan Kepala Kantor SAR Pekanbaru Budi Cahyadi, melalui Humas SAR Pekanbaru Kukuh insiden bermula pada Selasa (12/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Korban diketahui tengah mandi di pinggir Sungai Batang Kuantan, Desa Pulau Kumpai, Kecamatan Pangean. Namun, nahas, derasnya arus sungai menyeret tubuh Riki hingga menghilang dari permukaan.

"Laporan resmi baru diterima Kantor SAR Pekanbaru pada pukul 20.50 WIB dari BPBD Kuansing. Merespons laporan tersebut, delapan personel rescuer dari Pekanbaru langsung dikerahkan menempuh perjalanan darat sejauh 105 kilometer menuju titik koordinat 0°27'6"S 101°41'36"E " ungkap Kukuh kepada wartawan, Rabu 13 Mei 2026 di Pekanbaru.

Penyisiran Masif dan Penemuan Korban

Kemudian lanjut Kukuh, memasuki hari kedua pencarian, Rabu (13/5), tim gabungan memperluas radius penyisiran hingga 3 kilometer ke arah hilir sungai. Upaya ini membuahkan hasil dalam waktu singkat.

"Pada pukul 07.40 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 1,5 KM dari LKP pada koordinat 0°26'55"S - 101°42'18"E," beber Kukuh.

Setelah dievakuasi dari sungai, jasad Riki langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Pulau Kumpai untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami mengimbau warga agar tetap waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan, mengingat karakteristik arus sungai yang sulit diprediksi " tutup Kukuh.

Terkini