Babak Akhir Teater Memalukan, Giliran Indra Gunawan Eet Minta Maaf Usai Pamer Otot di DPRD Riau

Ahad, 19 Juli 2026 | 10:03:17 WIB
Meme Indra Gunawan alias Eet menyampaikan permohonan maaf

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Dalam beberapa hari ini media pemberitaan dihiasi gelombang "safari minta maaf" dari elit Partai Golongan Karya (Golkar) pascainsiden premanisme di Gedung DPRD Provinsi Riau.

Setelah Wakil Ketua Umum DPP Ahmad Doli Kurnia, Ketua DPD I Yulisman, hingga Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan buka suara, kini giliran Indra Gunawan alias Eet yang terpaksa menundukkan kepala.

Indra Gunawan yang akrab disapa Eet ini merukana anggota Fraksi Golkar sekaligus Ketua Komisi V DPRD Riau. Dia akhirnya melayangkan permohonan maaf resmi kepada publik pada Sabtu (18/7).

Dalam keterangan pers yang dikutip dari Riauterkinicom, Eet mengaku menyesal atas meletusnya bentrokan fisik massal yang melibatkan kelompok simpatisannya dengan kubu Parisman Ihwan, tepat setelah rapat Badan Anggaran (Banggar) ditutup pada Kamis (16/7) lalu.

Dimana dalam aksi adu jotos yang menyebabkan jatuhnya korban pingsan dan melukai petugas keamanan tersebut diakui Eet sebagai tindakan tidak senonoh yang keluar dari batas kendali akal sehat politisi.

"Kami sangat menyesali hal yang terjadi di luar kontrol. Untuk itu, secara pribadi dan sebagai anggota DPRD Riau, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta kepada DPD Partai Golkar Riau atas tindakan yang tidak pantas terjadi," ujar Eet.

Mantan Ketua DPRD Riau ini juga menyasar rekan-rekan sejawatnya di parlemen untuk meminta ampunan.

Dia pun menyadari bahwa tindakan brutal yang disuguhkan di rumah rakyat tersebut telah sukses meremukkan wibawa lembaga legislatif secara instan.

Sadar posisinya terancam oleh evaluasi radikal yang sedang disiapkan internal DPD I Golkar Riau, Eet mencoba melempar janji klise untuk memperbaiki komunikasi politiknya di masa depan.

Dia berjanji tidak akan lagi mengedepankan urat syaraf dalam memperebutkan alokasi anggaran daerah.

"Kami akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih mengedepankan musyawarah dalam setiap pembahasan. Karena apa yang terjadi di DPRD tentu berdampak pada kepercayaan masyarakat," kata Eet.

Ketua DPRD Pasang Badan, Sebut Hanya 'Dinamika Perang Pendapat'

Di sisi lain, respons menarik justru datang dari tampuk pimpinan parlemen. Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, tampak mencoba mendinginkan suasana dengan memasang badan untuk kedua kolegonya tersebut.

Menurut Kaderismanto bahwa tawuran massal di selasar gedung dewan tersebut hanyalah bagian dari "dinamika" tugas kedewanan yang wajar terjadi

Dia membantah adanya dendam kesumat atau urusan personal antara Parisman dan Eet, melainkan murni akibat korsleting komunikasi saat mempertahankan argumen masing-masing di meja Banggar.

Meskipun menganggapnya sebagai dinamika biasa, pimpinan DPRD Riau tampaknya mulai khawatir kantornya diacak-acak oleh massa eksternal.

Kaderismanto menegaskan pihaknya akan segera memperketat sistem keamanan dan membatasi secara radikal masuknya gerombolan massa pendukung elit politik ke area steril gedung dewan.

Parlemen Riau mengklaim insiden jotosan ini tidak akan mengganggu jadwal pembahasan anggaran dan fungsi legislasi lainnya.

Namun, publik telanjur mencatat bahwa di balik ruang ber-AC tempat merancang anggaran rakyat, ancaman fisik dan premanisme ternyata masih menjadi instrumen utama saat dialog menemui jalan buntu.

Terkini