Babak Belur Citra Beringin, DPD Golkar Riau Akui Aksi Dua Kadernya di DPRD Brutal

Babak Belur Citra Beringin, DPD Golkar Riau Akui Aksi Dua Kadernya di DPRD Brutal
Yulisman, Ketua DPD I Partai Golkar Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kembali, jajaran elite Partai Golongan Karya (Golkar) di tingkat daerah akhirnya terpaksa membungkuk dan meminta maaf kepada publik.

Sikap penyesalan mendalam ini menyusul aksi premanisme dan tawuran massal yang dipertontonkan dua legislator senior mereka di lingkungan steril Gedung DPRD Provinsi Riau.

Yulisman, Ketua DPD I Partai Golkar Riau, secara blak-blakan melabeli insiden adu jotos antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V Indra Gunawan alias Eet sebagai tindakan yang "brutal".

Dimana, dalam aksi pamer otot di tengah rapat anggaran tersebut diakui telah sukses menghancurkan marwah lembaga legislatif sekaligus mencoreng wajah partai.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Riau atas kejadian ini. Kejadian ini memang menjelekkan nama institusi dan lembaga. Harusnya kita berpikir lebih jauh lagi sebagai wakil rakyat sebelum hal seperti ini terjadi," sesal Yulisman dikutip dari Riauterkinicom, Jumat (17/7).

Yulisman juga menyebut untuk merespons tamparan keras dan perintah darurat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar sehari sebelumnya, dia menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

DPD I Golkar Riau kata dia kini tengah bergerak maraton mengumpulkan informasi akurat dan bukti-bukti lapangan guna membedah kronologi utuh dari kericuhan berdarah tersebut.

Dari hasil pendalaman data ini nantinya akan dijadikan amunisi hukum internal untuk menyeret kedua legislator tersebut ke meja sidang etik organisasi.

Yulisman memperingatkan kedua kadernya yang tengah bertikai itu untuk segera menghentikan ego "hebat-hebatan" di ruang publik.

Dia mendesak agar jalur premanisme segera diakhiri demi meredam gejolak yang kian meluas di masyarakat.

"Saya menghimbau keduanya untuk menahan diri dan melihat persoalan secara jernih, tanpa mengedepankan aksi brutal maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum," tegas Yulisman menguliti kelakuan bawahannya.

Tindakan represif DPD Riau ini menjadi kelanjutan atas murkanya Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, yang sebelumnya mengutuk keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai peristiwa yang "memalukan".

DPP sejak awal telah memerintahkan daerah untuk segera memotong ekor persoalan agar tidak memicu bentrokan fisik antarkelompok pendukung di akar rumput.

Hingga saat ini, publik disuguhkan pemandangan kontras: di saat para petinggi partai sibuk memadamkan api dan meminta maaf di media, dua aktor utama, Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet, justru kompak tiarap dan bungkam seribu bahasa.

Kini, komitmen DPD I Golkar Riau di bawah kendali Yulisman dipertaruhkan.

Masyarakat menunggu apakah pengusutan mekanisme organisasi ini akan melahirkan sanksi pemecatan yang tegas bagi para pelaku aksi brutal, atau sekadar menjadi drama formalitas untuk menyelamatkan muka partai menjelang kontestasi politik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index