DLHK Pekanbaru Gusur Pohon Protokol, Komisi III DPRD: Miskin Inovasi!

DLHK Pekanbaru Gusur Pohon Protokol, Komisi III DPRD: Miskin Inovasi!
Tekad Indra Pradana Abidin, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Tekad Indra Pradana Abidin, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menyemprot keras pola kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang dianggap hanya bertindak sebagai "tukang pindah pohon" alih-alih menjadi arsitek lingkungan hidup yang visioner.

"DLHK Kota Pekanbaru semestinya berpikir jauh lebih inovatif, bukan hanya memindahkan pohon-pohon yang rindang dari jalan protokol ke daerah lain," tegas Tekad kepada GagasanRiau.Com Kamis (18/6) melalui pesan daringnya.

Ia menilai, DLHK menutup mata terhadap sains tata kota modern. Tekad mendesak instansi ini untuk menggandeng institusi akademis guna memitigasi kerusakan ekologis akibat pemindahan paksa vegetasi kota.

"Mestinya gandeng kampus, gandeng akademisi ahli tanaman, gimana pohon-pohon yang baru ditanam di Kota Pekanbaru ini cepat tumbuh dan rindang. Buat nursery (tempat pembibitan) yang memang berkelanjutan. Itulah pentingnya meletakkan orang sesuai dengan keahliannya," cetusnya menohok, menyentil kompetensi pejabat di tubuh DLHK.

Kritik keras wakil rakyat ini bukan tanpa dasar. Sebelumnya, publik Pekanbaru dihebohkan dengan gundulnya sejumlah pohon raksasa di Jalan SM Amin.

Puncaknya pada Selasa (26/5), Kepala DLHK Pekanbaru, Reza Aulia Putra, terpaksa angkat bicara dan menolak tudingan bahwa anak buahnya melakukan penebangan liar.

"Jadi ini bukan ditebang, tapi dirapikan dan akan dipindahkan. Kalau ditebang itu dari bawah, bukan dari atas," terang Reza dikutip dari Cakaplah.

Namun, Reza tidak menampik bahwa "penggundulan atas" dan pemindahan pohon tersebut merupakan respons langsung atas syahwat bisnis sebuah perusahaan yang tengah membangun showroom mobil di lokasi tersebut.

Badan usaha itu awalnya meminta 10 batang pohon disingkirkan. Setelah diverifikasi DLHK, enam pohon akhirnya dikorbankan untuk dipotong bagian atasnya guna membuka akses pintu masuk dan keluar showroom.

Reza juga menegaskan bahwa seluruh proses eksekusi ini dilakukan oleh personel DLHK, bukan oleh pihak swasta, seakan menegaskan legalitas birokrasi dalam memfasilitasi kepentingan komersial tersebut.

Bukan itu saja, kritikan terhadap DLHK Pekanbaru kian bertumpuk setelah instansi tersebut sudah memindahkan enam batang pohon mahoni tua di persimpangan Jalan Arifin Achmad - Jalan Jenderal Sudirman.

Pemindahan ini menyusul proyek pembukaan persimpangan Purna MTQ Pekanbaru yang diklaim pemerintah sebagai solusi mengurai kemacetan.

Ironisnya, pohon mahoni yang bakal digusur tersebut bukan vegetasi kemarin sore.

Pohon-pohon itu merupakan saksi sejarah hijau kota yang ditanam sejak tahun 1999 silam, atau telah berusia 26 tahun.

Kendati dipaksa pindah dari habitat aslinya demi beton jalanan, Reza Aulia Putra kembali mengeluarkan janji bahwa seluruh pohon mahoni tua itu tidak akan mati dan akan dirawat di lokasi baru.

"Kami dari DLHK memastikan seluruh pohon di kawasan ini tidak ada yang ditebang. Kami bakal memindahkan seluruh pohon yang ada ke beberapa lokasi yang sudah ditentukan. Kami bakal merawat semua pohon agar tetap hidup," kata Reza dikutip dari Cakaplah.

Publik dan parlemen kini mengawal ketat apakah pohon-pohon bersejarah itu benar-benar akan bertahan hidup di tempat penampungan baru, ataukah janji DLHK hanya sekadar kosmetik pemanis di tengah masifnya penggusuran ruang terbuka hijau demi investasi korporasi dan jalanan aspal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index