DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Anggota Dewannya di Riau Pamer Aksi Premanisme

DPP Golkar Minta Maaf Usai Dua Anggota Dewannya di Riau Pamer Aksi Premanisme
Potongan video aksi baku pukul pendukung dua elit Golkar Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berakhir dengan aksi premanisme berupa baku hantam massal, Kamis (16/7) siang.

Dan ironisnya lagi, aktor utama yang saling adu jotos tersebut merupakan sesama elit dari internal Partai Beringin alias Partai Golongan Karya (Golkar).

Insiden memalukan tersebut melibatkan Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, dan Ketua Komisi V DPRD Riau yang juga mantan Ketua DPRD Riau, Indra Gunawan alias Eet.

Merespon kejadian tersebut, memicu reaksi keras dan tamparan psikologis bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, secara blak-blakan mengutuk keras kebrutalan moral dua kadernya di Bumi Lancang Kuning tersebut.

"Memalukan! Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional, dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," berang Doli saat dikonfirmasi, Jumat (17/7) dilansir dari Riauterkinicom.

Berdasarkan investigasi dan informasi yang dihimpun, aroma konflik sejatinya telah tercium sejak rapat Banggar berlangsung di Ruang Medium DPRD Riau.

Konflik dipicu oleh perang urat syaraf ketika Indra Gunawan Eet diduga melontarkan pernyataan tendensius yang memojokkan posisi Parisman Ihwan dalam pembagian kue anggaran.

Pernyataan Eet tersebut bak menyiram bensin ke dalam sekam. Parisman yang tersinggung seketika naik pitam. Meski situasi di dalam ruang rapat sempat diredam, dendam politik keduanya justru meledak hebat tepat setelah ketuk palu penutupan rapat sekitar pukul 14.30 WIB.

"Saya sudah cek, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," jelas Doli membeberkan hasil temuan internalnya.

Perdebatan yang semula hanya berupa adu mulut di selasar gedung dengan cepat bertransformasi menjadi tawuran massal. 
Celakanya, kedua politisi ini diduga ikut mengerahkan massa pendukung masing-masing ke dalam area steril Kantor DPRD Riau.


Aksi saling dorong dan baku pukul antar-kelompok tak terhindarkan. Akibat kebrutalan ini, situasi menjadi mencekam setelah seorang pria dilaporkan tersungkur pingsan tak sadarkan diri di lantai usai dihujani pukulan bertubi-tubi.

Korban luka juga berjatuhan dari pihak petugas keamanan (Security) Sekretariat DPRD Riau yang dilarikan ke rumah sakit akibat mencoba melerai amuk massa.

Marwah Golkar Hancur, DPP Desak Sanksi Daerah

Doli menegaskan tindakan pamer otot di depan publik dan anggota dewan lainnya ini telah sukses menghancurkan marwah institusi legislatif sekaligus merobek soliditas Partai Golkar.

Rekam jejak "merasa paling hebat" ini dinilai sangat kekanak-kanakan bagi politisi senior sekelas mereka.

"Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan," kata Doli.

Merembetnya konflik ini membuat DPP Golkar mengeluarkan instruksi darurat kepada DPD I Golkar Riau untuk segera mengambil tindakan represif guna menyetop potensi bentrokan susulan antar-simpatisan di akar rumput.

Sebagai langkah penyelamatan citra, DPP Golkar terpaksa membungkuk meminta maaf kepada publik atas tontonan tidak beradab yang disuguhkan oleh kadernya.

"Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," pungkas Doli.

Hingga berita ini diturunkan, baik Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet memilih tiarap dan bungkam seribu bahasa

Ruang publik kini menunggu sanksi etik dan pemecatan apa yang akan dijatuhkan kepada dua oknum wakil rakyat yang lebih memilih menggunakan kepalan tangan ketimbang isi kepala dalam mengurus anggaran rakyat tersebut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index