Kisah Pasien RS Awal Bros, Baru Saja Bebas Rawat, Kembali Masuk RS Usai Ambulans Terbalik

Senin, 20 Juli 2026 | 14:56:54 WIB
Penampakan kondisi Ambulans milik Pemerintah Desa Giti, Kecamatan Kabun yang membawa pasien terbalik di ruas jalan provinsi Desa Langgak Kecamatan Tandun, Senin (20/7/2026) pagi. (Foto Riaupos.co)

GAGASANRIAU.COM,, ROKAN HULU -- Tragis memang nasib malang yang menyelimuti Tuminah, seorang warga Desa Giti, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu.

Padahal dirinya baru saja bernapas lega diposisikan sembuh setelah menjalani perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit (RS) Awal Bros Ujung Batu, namun perjalanan pulangnya justru berubah menjadi musibah memilukan.

Ambulans milik Pemerintah Desa Giti yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di ruas jalan provinsi, persisnya di kawasan Desa Langgak, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Senin (20/7) sekitar pukul 08.45 WIB.

Akibat insiden tragis tersebut, Tuminah beserta putri kandungnya, Anggi, menderita luka-luka dan lebam di bagian kepala.

Lantas keduanya terpaksa harus kembali dilarikan ke rumah sakit yang sama RS Awal Bros Ujung Batu yang baru saja beberapa jam mereka tinggalkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa kecelakaan di jalan provinsi Desa Langgak itu bermula saat armada ambulans jenis Suzuki APV yang dikemudikan Sopianto melaju dari arah Ujung Batu menuju Desa Giti.

Dimana, kendaraan dinas desa tersebut mengangkut tiga penumpang, yakni Tuminah (pasien), Anggi (putri pasien), dan Suwardi (menantu pasien).

Petaka pun terjadi kala armada melintas di atas trek jalan rigid beton yang kondisinya sangat licin akibat baru saja diguyur hujan deras.

Tiba-tiba, sebuah sepeda motor yang berada tepat di depan ambulans memotong jalan dan berbelok ke kanan secara mendadak.

Panik dan berusaha menghindari tabrakan fatal, Sopianto refleks membanting setir.

Namun nahasnya, kombinasi ban licin di atas rigid beton basah membuat pengemudi hilang kendali penuh.

Ambulans langsung hilang keseimbangan hingga terguling hebat di sisi jalan.

Beruntung saja, laju liar ambulans yang terbalik itu tertahan oleh batang pohon kelapa sawit di pinggir jalan.

Keberadaan pohon tersebut menjadi penyelamat dari potensi musibah yang lebih besar, menghalangi armada menghantam pemukiman warga yang berjarak sangat dekat dari lokasi kejadian.

Suara dentuman keras saat kecelakaan spontan memicu kepanikan warga sekitar.

Warga setempat yang melihat langsung mobil dinas terbalik berbondong-bondong keluar dari rumah untuk memberikan pertolongan darurat.

Para saksi berebut mengevakuasi Tuminah dan seluruh penumpang dari dalam kabin ambulans yang ringsek, sebelum akhirnya memboyong para korban kembali ke RS Awal Bros Ujung Batu demi mendapatkan penanganan medis cepat.

Nadiman, Sekretaris Desa Giti, membenarkan musibah yang menimpa fasilitas kesehatan bergerak milik pemerintah desanya tersebut.

Ngadiman menerangkan bahwa armada ambulans pengadaan tahun 2017 itu memang secara khusus diterjunkan untuk menjemput Tuminah yang telah selesai menjalani rawat inap.

Riwayatnya, ambulans desa itu telah mengantar Tuminah sejak Kamis (16/7) lalu untuk berobat dan menjalani perawatan intensif di RS Awal Bros Ujung Batu.

"Mobil ambulans menjemput warga Desa Giti yang baru pulang dari rawat inap di RS Awal Bros Ujung Batu. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di Desa Langgak, terjadi musibah kecelakaan," kata Ngadiman saat dikonfirmasi Riauposco, Senin (20/7).

"Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun pasien Tuminah bersama anaknya Anggi mengalami luka-luka dan kembali dibawa ke RS Awal Bros Ujung Batu untuk mendapatkan penanganan medis," tambahnya.

Ngadiman merincikan, Sopianto selaku pengemudi ambulans beruntung hanya mengalami cedera ringan berupa jari tangan yang terkilir.

Sementara itu, Suwardi (menantu pasien) juga dilaporkan menderita luka ringan.

Meskipun seluruh korban berada dalam kondisi sadar usai kecelakaan, kondisi Tuminah dan putrinya yang mengalami luka ringan disertai lebam akibat benturan keras di kepala memaksa tim medis untuk kembali melakukan perawatan terhadap keduanya.

Di sisi lain, fisik armada ambulans Pemerintah Desa Giti itu dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian bodi akibat terguling.

Meski ringsek, kendaraan dipastikan masih bisa dinyalakan dan akan segera dievakuasi ke Desa Giti guna menghindari potensi aksi kejahatan atau hal tak diinginkan bila dibiarkan terparkir di bahu jalan provinsi.

"Siang ini, mobil ambulans kita bawa ke Desa Giti untuk diamankan," pungkas Ngadiman.

Terkini