BMKG Deteksi 603 Hotspot di Sumatera: Riau Tembus 87 Titik Panas, Pelalawan Tertinggi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:12:06 WIB
Personil Manggal agni yang sedang menyemprotkan air ke dalam lobang gambut yang terbakar

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -  Mari Frystine, prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru merilis data dan ancaman ganda yang membayangi wilayah Provinsi Riau pada Rabu (19/8/2026).

Mari menyebut bahwa di satu sisi, sebaran titik panas (hotspot) yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus melonjak.

Namun di sisi lain kata Mari, potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang mengintai sejumlah daerah.

Dalam data yang disampaikan Mari Frystine, dipaparkan dinamika cuaca harian serta update sebaran titik panas berdasarkan pantauan satelit hingga Selasa malam pukul 23.00 WIB.

87 Titik Panas Mengepung Riau, Pelalawan Terbanyak

Berdasarkan data pemantauan BMKG, kata Mari, total titik panas di Pulau Sumatera mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, yakni sebanyak 603 titik.

Dari jumlah tersebut, Sumatera Selatan menyumbang angka tertinggi sebanyak 212 titik, disusul Bangka Belitung dengan 100 titik.

Provinsi Riau sendiri berada di urutan berikutnya dengan menyumbang 87 titik panas, yang menandakan konsentrasi hotspot di wilayah ini masih relatif tinggi.

Sisa sebaran titik panas lainnya di Pulau Sumatera tersebar di beberapa provinsi.

Jambi mencatatkan 78 titik, Lampung 72 titik, Sumatera Utara 21 titik, dan Bengkulu 15 titik.

Sementara itu, Kepulauan Riau terdeteksi memiliki 8 titik, Aceh 7 titik, dan Sumatera Barat tercatat paling sedikit dengan 3 titik panas.

Khusus untuk wilayah Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah penyumbang hotspot terbanyak yang mencapai 40 titik panas.

Wilayah lain yang juga berkontribusi pada lonjakan ini adalah Kabupaten Rokan Hilir dengan 21 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 11 titik, Kabupaten Kampar 6 titik, Kabupaten Bengkalis 4 titik, serta Kabupaten Siak sebanyak 3 titik.

Adapun Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai masing-masing mencatatkan 1 titik panas.

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Peringatan Dini

Di tengah maraknya titik panas yang terdeteksi, BMKG merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda beberapa area.

Mari Frystine mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota.

Potensi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi pada pagi hari.

Ancaman serupa diprediksi berulang pada malam dan/atau dini hari, yang mencakup wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Bengkalis, hingga Kota Pekanbaru.

Dinamika Cuaca dan Kondisi Perairan Riau

Berdasarkan pengamatan BMKG, kondisi cuaca di Riau pada pagi hari diawali dengan udara kabur hingga cerah berawan. 
Pengamatan radar cuaca mengindikasikan telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Kabupaten Indragiri Hilir.

Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca diperkirakan beralih menjadi cerah berawan hingga berawan.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Kuantan Singingi. 
Sementara pada malam hingga dini hari, cuaca cerah berawan hingga berawan masih mendominasi, dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara tidak merata di sebagian besar wilayah Riau.

Secara umum, parameter suhu udara di Riau berada pada kisaran 23,0 hingga 35,0 °C dengan tingkat kelembapan udara mencapai 50 hingga 100 persen.

Arah pergerakan angin bertiup dari Selatan menuju Barat dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km/jam.

Di sektor perairan, BMKG mencatat tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau masih tergolong rendah dan aman, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Terkini