Dua Hektare Gambut Dayun Masih Membara, Pemadaman Karhutla Siak Terkendala Api Bawah Tanah

Jumat, 11 September 2026 | 12:00:54 WIB
Petugas Manggal Agni saat melakukan pemadaman di Dayun Siak

GAGASANRIAU.com, SIAK  -- Ihsan Abdilah, Kepala Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni, Sumatera VI/Siak, mengungkapkan hingga Jumat, (10/9) Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, tak kunjung padam sepenuhnya meski operasi penanganan telah memasuki hari keenam.

Puluhan hektare lahan gambut milik warga masih mengeluarkan api dan kepulan asap pekat.

"Tim gabungan masih bergelut dengan ancaman penjalaran api di bawah permukaan gambut yang sulit ditaklukkan " kata Ihsan Abdilah kepada GagasanRiau.com, Kamis malam (10/9) dalam laporannya.

Ihsan juga membeberkan, berdasarkan data Kementerian Kehutanan, total luas areal terdampak diperkirakan mencapai 18 hektare.

Karhutla tersebut melalap lahan sawit, vegetasi pakis, serta semak belukar yang berdiri di atas tanah gambut rawan terbakar.

Dari total luas tersebut, pemadaman yang dilakukan tim gabungan baru menyentuh sekitar 10 hektare.

Artinya, masih ada setidaknya 8 hektare area yang belum sepenuhnya terkendali dan berpotensi memicu ledakan titik api baru jika angin kencang berembus.

Operasi di lapangan melibatkan 25 personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak. Penanganan juga dibantu oleh BPBD/Damkar Siak, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), Banser, hingga regu pemadam milik swasta seperti RPK RAPP dan RPK Indosawit.

Untuk menahan laju kerusakan, tim di lapangan kini mengarahkan fokus pada penyekatan kepala api guna mencegah penjalaran yang semakin meluas.

Alat berat turut dikerahkan bersama personel TNI untuk membuat ilaran api dan embung darurat.

Petugas juga memanfaatkan parit dan handil warga sebagai sumber air utama, sembari mengandalkan bantuan warga lokal untuk menembus dan memobilisasi peralatan ke medan yang sulit dijangkau.

Kendati berbagai upaya telah dikerahkan, ancaman nyata justru berada di bawah tanah.

"Struktur tanah gambut yang mengering membuat api bersembunyi di bawah permukaan, sehingga proses pendinginan berjalan lambat dan berisiko memicu kebakaran susulan " tutup Ihsan.

Terkini