Legislator Soroti Revitalisasi Sekolah Rp17 M di Pekanbaru, Gedung Dipoles, Meja Kursi Rusak Parah Dijalin Kayu Seadanya

Ahad, 20 September 2026 | 12:44:27 WIB
Tekad Indra Pradana Abidin, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU -- Sungguh miris, meskipun ada kucuran dana segar dari pemerintah pusat senilai Rp17 miliar untuk revitalisasi 16 sekolah di Pekanbaru, namun menyisakan kejanggalan besar.

Pasalnya, anggaran belasan miliar tersebut dinilai meleset dari kebutuhan paling mendesak para siswa, yakni penggantian fasilitas meja dan kursi belajar (meubeler) yang sudah hancur dimakan usia.

Hal itu terungkap berdasarkan temuan dari anggota DPRD Pekanbaru.

Kondisi memprihatinkan ini disemprot langsung oleh DPRD Kota Pekanbaru usai menemukan fakta bahwa proyek revitalisasi fisik tersebut sama sekali tidak mengalokasikan anggaran untuk pengadaan meubeler baru.

Salah satu potret buruk terlihat di SMPN 8 Pekanbaru. Sejumlah siswa terpaksa menempuh kegiatan belajar mengajar dengan fasilitas meja dan kursi yang rusak.

Guna menyiasati fasilitas yang lapuk, pihak sekolah terpaksa menambal meja belajar menggunakan material kayu seadanya agar tidak roboh saat dipakai.

"Sampai hari ini, kami belum dapatkan laporan resmi dari Disdik. Termasuk untuk pembelian meubelair baru, kami tidak tahu pasti. Karena setahu kami, itu berdasarkan PKS (Pengajuan Kebutuhan Sekolah)," kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Tekad Indra Pradana Abidin, Sabtu (19/9) kepada GagasanRiau.com.

Tekad menyayangkan minimnya kepekaan Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru dalam memetakan prioritas anggaran.

Dari puluhan SMP Negeri dan ratusan SD Negeri di Pekanbaru, krisis meubeler merupakan persoalan menahun yang tak kunjung diselesaikan.

"Dari puluhan SMPN dan ratusan SDN, tidak mungkin sekolah itu tidak mengajukan pembelian meubeler baru," tegas Tekad.

DPRD Pekanbaru memastikan bakal segera memanggil dan menginterogasi Disdik Pekanbaru guna membongkar perencanaan pengadaan fasilitas sekolah, serta mempertanyakan alasan meubeler rusak tak disentuh dalam kucuran anggaran Rp17 miliar tersebut.

Terkini