Pemimpin Pekanbaru Kedepan Jangan Lupa Pada Rakyat

Pekanbaru Sekarang, Ada Pemimpin Tapi Rasa Tak Ada

Ahad, 22 Mei 2016 - 20:01:58 wib | Dibaca: 3407 kali 
Pekanbaru Sekarang, Ada Pemimpin Tapi Rasa Tak Ada
Ketua LAM Al Azhar saat menerima kehadiran Jufri Zubir

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau Al Azhar menyatakan pemimpin Pekanbaru kedepan jangan lupa kepada rakyat saat sudah terpilih. Dan saat ini rakyat Pekanbaru merasa ada pemimpin tapi dirasa tak ada.

"Harus sosok yang strong leader (pemimpin berkarakter kuat. Red). Konsepnya tidak hanya tegas dan disiplin. Tapi juga harus kuat dengan jaringannya. Dan saya rasa, Jufri Zubir memiliki itu. Mudah-mudahan bisa berjodoh,"kata Al Azhar Minggu (22/5/2016) saat menerima kunjungan Jufri Zubir salah satu figur yang menjadi kontestan Pemilihan Walikota (Pilwako) Pekanbaru 2017 mendatang.

Dirinya menilai banyak pemimpin sekarang yang sering syur dengan dirinya sendiri. Jadi seakan melupakan berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. Termasuk di Kota Pekanbaru. "Sehingga yang masyarakat rasakan. Punya pemimpin tapi rasa-rasanya tidak ada. Karena itu, mereka lebih sering syur sendiri. Konsep kebersamaan itu sudah lenyap dan sering ditinggalkan. Pembangunan hanya kepentingan diri sendiri atau kelompok," katanya lagi.

Sebagai Ketua LAM, Al Azhar menilai arah pembangunan Kota Pekanbaru sudah tak seiring lagi dengan konsep-konsep ranah Melayu. Dan berharap harus segera diperbaiki dengan sosok yang mengerti dan paham dengan kemelayuan. "Saat ini ada kecenderungan pemimpin suka memelihara masalah. Jadi ketika muncul satu masalah tidak segera diselesaikan. Tapi dibiarkan berkembang hingga masuk ke berbagai bidang. Konsekuensinya susah untuk mengurai kembali masalah tersebut satu persatu.

Kemudian ada juga pemimpin yang pandainya hanya menari. Hanya bergoyang-goyang saja di atas penderitaan rakyatnya. Terakhir pemimpin yang pandainya hanya berdalih dan menggunakan ilmu burung onta. Misalnya ketika badai datang, burung onta selalu menyurukkan kepalanya. Dan baru menongolkan kepalanya kembali ketika badai sudah usai. Pesan saya Jup, jangan kau tiru itu," tambah Al Azhar.

Karena pemimpin yang seperti itu katanya lagi, biasanya takut menghadapi masalah. Karena apa, karena niat awalnya juga sudah salah. "LAM memang tidak dibenarkan berpihak di dunia politik. Tapi secara pribadi, saya dukung penuh keinginan H Jufri Zubir maju di Pilkada Pekanbaru. Bismillah dan Istiqomah saja, InsyaAllah diredhai Allah" harapnya lagi.

Ditambahkan lagi, Pekanbaru sebagai Kota Melayu sangatlah terbuka dengan berbagai etnis yang ada. "Secara kultur, budaya Melayu sangat terbuka dengan peradaban. Kita bisa hidup berdampingan dengan siap saja ataupun etnis manapun. Selagi itu tidak berbenturan dengan budaya Melayu yang kedekatannya sangar erat dengan sisi-sisi Islami," ujarnya. (rilis).

Editor Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA