Firdaus Lebih Pentingkan Belajar Sampah ke Kanada, Daripada Melayani Warga Terdampak Asap Beracun Karhutla

Selasa, 17 September 2019 - 16:17:26 wib | Dibaca: 1728 kali 
Firdaus Lebih Pentingkan Belajar Sampah ke Kanada, Daripada Melayani Warga Terdampak Asap Beracun Karhutla
Firdaus, Wako Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Agenda Firdaus, Wali Kota Pekanbaru pergi ke luar negeri dengan tujuan belajar soal sampah ke negara Kanada dinilai tidak tepat, disaat jutaan masyarakat di Pekanbaru terpapar asap beracun dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning. Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun langsung ke Riau pada Senin malam (16/9/2019) melakukan Rapat Terbatas dengan seluruh pemangku kebijakan.
 
"Kepemimpinan itu uji saat situasi krisis. Nah ini wali kota katanya ke Kanada. Agenda apa yang lebih penting daripada melayani warganya yang pada menderita setiap jam, puluhan ribu orang Pekanbaru sesak nafas" ungkap Zamzami warga Kota Pekanbaru kepada Gagasan Selasa siang (17/9/2019).
 
Baca Juga : Mendagri dan Gubri Diminta Desak Firdaus Pulang dari Kanada
 
Dituturkan dia, saat ini anak-anak tercekik polusi beracun, sudah berminggu-minggu. "Apa ini dipikirnya tidak krisis? Apa lebih penting agenda ke Kanada dibandingkan membantu warga?” kritik dia.
 
Firdaus kata Zamzami tidak mempunyai kepedulian terhadap warganya yang saat ini mengalami krisis kesehatan karena kabut asap.
 
“Nggak ada sense of crisis. Saya saja merasa ngeri setiap jam memikirkan anak-anak di rumah. Oksigen di apotik, katanya out of stock (kehabisan cadangan. Situasi sudah parah ini" terang dia.
 
Diungkapkan dia, saat ini warga Kota Pekanbaru memburu oksigen dimana-mana, lantaran tak kuat lagi menghirup udara beracun dari Karhutla. "Apa ini gak krisis?” ujarnya.
 
Dia menegaskan agar Wali Kota Pekanbaru untuk segera pulang dan segera bekerja sesuai dengan amanah yang diberikan rakyat saat dia terpilih.
 
"Secepatnya bekerjalah. Cepat bantu masyarakat. Kalau tidak ya, Pekanbaru ini memang autopilot.” Katanya.
 
Kepergian Firdaus ke Kanada tersebut, menurut Zamzami secara hukum mungkin saja dia tidak melanggar, namun katanya lagi sungguh tidak tepat dilakukan saat jutaan naywa warga terancam karena kabut asap
 
"Dia bisa saja boleh keluar negeri bahkan ke luar planet kalau dapat ijin dari pemerintah. Tapi sekarang bukan soal itu, ini jauh lebih dalam, kehadirannya sebagai wali kota tidak dirasakan,” tutup dia.
 
Informasi yang dilansir oleh tribunpekanbaru.com, dituliskan bahwa Firdaus berangkat ke negara di Amerika Utara itu bersama rombongan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI. Firdaus menjadi satu delegasi dalam Asean Waste Mission to Canada.
 
Dan hal itu juga dibenarkan oleh Kabag Humas Setdako Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, ia menyebut bahwa Walikota Pekanbaru sudah bertolak ke Kanada.
 
Kata Mas Irba, Wali Kota Pekanbaru sudah mendapatkan persetujuan perjalanan dinas luar negeri.
 
Diterangkannya keberangkatan Firdaus ada surat persetujuan perjalanan dinas luar negeri dari Kementrian Sekretariat Negara RI. Surat Kementrian Sekretariat Negara RI tertanggal 12 September 2019 lalu.
 
Data Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes pada Senin 16 September 2019 menyebutkan, penderita ISPA di Riau pada 1-15 September 2019 mencapai 15.346 orang.

Loading...
BERITA LAINNYA