Diterkam Harimau

Jasad Korban Ditemukan Tidak Utuh, Berikut Kronologinya

Jumat, 31 Januari 2020 - 16:56:47 wib | Dibaca: 1556 kali 
Jasad Korban Ditemukan Tidak Utuh, Berikut Kronologinya
Bhabinkamtibmas, TNI dan bersama warga setempat saat mengevaluasi korban

GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Peristiwa harimau mangsa manusia kembali terjadi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Kamis (30/1), sekira pukul 09.00 WIB.
 
Darmawan (42) tewas dimangsa harimau sumatera saat mencari kayu di kawasan hutan. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh sebab sebagian sudah dimakan oleh si raja hutan tersebut.

Baca Juga: Lagi Harimau Sumatera Mangsa Manusia di Pelangiran

Berikut kronologi peristiwa naas menimpa si tukang kayu tersebut, korban bernama Dermawan bersama dua orang temannya, Sujati (54) dan Sudirman (22) merintih ketakutan setelah melihat harimau ganas tersebut. 


Mereka pergi mencari kayu ke kawasan hutan eks PT Bhara Induk, tidak jauh dari perkebunan sawit milik korporasi.
 
"Korban awalnya bekerja sendirian mencari kayu yang berjarak sekitar 50 meter dari dua orang temannya," kata Kasubbag Humas, Iptu Warno Akman. Ketiga warga ini berasal dari Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil.
 
Kemudian, sekitar pukul 09.00 WIB, saksi Sujati berjalan ke arah korban dengan maksud meminjam obeng untuk memperbaiki chainsaw atau mesin pemotong kayu.
 
Namun, Sujati langsung terkejut ketika melihat seekor harimau di belakang korban yang siap untuk menerkam.
 
"Dar tengok belakang dar," teriak Sujati.
 
Seketika korban menoleh ke belakang, harimau langsung menerkamnya.
 
Teman Korban Tempuh 2 Jam Perjalanan Cari Pertolongan
 
Melihat harimau menerkam, Sujati langsung kabur ke arah pondok atau camp tempat mereka tinggal di hutan dan memberitahu kepada saksi Sudirman.
 
Namun, mereka tak sanggup untuk menolong korban. Sehingga, Sujati dan Sudirman pergi mencari pertolongan kepada warga di Kampung Danau di Desa Tanjung Simpang.
 
Mereka harus menempuh perjalanan sekitar dua jam dari lokasi kejadian ke Kampung Danau.
 
"Saksi dan warga yang berjumlah sekitar 30 orang berangkat ke hutan untuk menolong korban," kata Warno
 
Evakuasi Terhambat, Korban Ditemukan Tak Utuh
 
Setelah kejadian, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Simpang Bripka Erwin mendapat laporan dari warga. Kemudian warga setempat bersama pihak kepolisian berangkat ke lokasi untuk membantu mengevakuasi korban bersama petugas TNI.
 
Namun, petugas tidak bisa sampai ke lokasi karena akses jalan yang ditempuh melewati sungai. Pihak Bhabinkamtibmas, petugas TNI dan warga menunggu di sungai. Karena akses jalan di sungai buntu tertutup rumput kumpai.
 
Setelah warga sampai ke lokasi, korban ditemukan sudah meninggal dunia akibat diterkam harimau. Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal diterkam. Jasad korban dengan kondisi penuh luka dan tidak utuh.
 
Korban mengalami pendarahan luka robek akibat gigitan/terkaman pada bagian tengkuk, tengkuk leher korban mengalami patah, tangan kanan korban putus, dan sebagian lengan kanan korban telah dimakan oleh harimau sumatera, luka bekas gigitan pada bagian kaki kanan korban. 
 
5 Jam Sampai Ke Rumah Duka
 
Warga selanjutnya mengevakuasi korban dengan cara ditandu.
 
Sekitar pukul 13.00 WIB, korban berhasil dievakuasi ke Kampung Danau.
 
"Jenazah korban kami bawa ke klinik PT THIP untuk dilakukan visum. Sampai ke klinik jam 19.00 WIB," kata Warno
 
Dia mengatakan, setelah dilakukan visum, korban dibawa ke rumah duka di Desa Pasir Mas, Kecamatan Batang Tuaka, Inhil untuk dimakamkan.
 
Namun, untuk sampai ke rumah duka, petugas harus menempuh perjalanan sekitar lima jam dengan melewati jalur sungai dan darat.
 
Lokasi Hutan Merupakan Habitat Harimau, Tidak Jauh Dari Kebun Kelapa Sawit milik Korporasi 
 
Kepala BBKSDA Riau Suharyono membenarkan kejadian konflik satwa dengan manusia tersebut.
 
"Ya, kami sudah dapat laporan harimau sumatera menerkam manusia hingga meninggal dunia," kata Suharyono.
 
Lokasi kejadian itu, kata Suharyono, merupakan kawasan hutan eks PT Bhara Induk. 
 
Areal tersebut selama ini menjadi rumah harimau sumatera, sehingga dilarang melakukan aktivitas di sana.
 
"Kawasan hutan itu adalah lanscape SM Kerumutan yang menjadi tempat habitat harimau sumatera. Sebelumnya kita juga melarang untuk melakukan aktivitas di kawasan hutan tersebut," jelas Suharyono.
 
Geger Harimau Terkam Manusia, BBKSDA Riau Imbau Warga Tetap Tenang
 
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) menghimbau kepada warga tetap tenang dan tidak mengambil tindakkan anarkis terhadap satwa liar tersebut.
 
"Percayakan kepada aparat pengamanan setempat dan kami untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan kewenangan kami, dan yang selama ini sudah kami mulai untuk segera menuntaskan permasalahan ini secara tuntas," sebut Suharyono Kepala Besar BKSDA Riau kepada GAGASANRIAU.
 
Himbauan tersebut agar warga setempat tidak mengambil tindakan untuk menangkap dan membunuh satwa dilindungi tersebut, karena satwa tersebut merupakan hewan dilindungi sesuai undang-undang.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun sejak sore hingga malam, korban tewas berada di lokasi kawasan hutan eks IUPHHK-HA atau HPH PT Bhara Induk.
 
"Kita semua tahu, bahwa itu bagian dari lanscape kerumutan yang merupakan kantong habitat Harimau Sumatera," tukasnya.
 
Tim Balai Besar KSDA Riau bersama-sama para pemangku kepentingan lainnya (pemerintah dan swasta) sedang melakukan kegiatan persiapan di lapangan, yang juga berada pada landscape yang sama, dalam rangka penanganan 1 ekor satwa Harimau Sumatera yang selama ini meresahkan warga.

Loading...
BERITA LAINNYA