Nestapa Pahlawan Olahraga Riau: Bonus PON 2024 Tak Kunjung Lunas, Lebaran Terancam Tanpa Kepastian

Nestapa Pahlawan Olahraga Riau: Bonus PON 2024 Tak Kunjung Lunas, Lebaran Terancam Tanpa Kepastian
Para atlet PON asal Riau

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Janji manis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kepada para patriot olahraga peraih medali PON XXI Aceh–Sumatera Utara 2024 kini berujung pada ketidakpastian yang menyesakkan.

Pasalnya, hingga memasuki bulan Maret 2026, sisa pelunasan bonus yang menjadi hak para atlet dan pelatih masih mengendap di kantong pemerintah.

Dan hal ini memicu keresahan di tengah persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Sebelumnya, para atlet dan pelatih sejauh ini baru menerima "uang muka" sebesar 45 persen dari total bonus pada September 2025 lalu.

Sementara sisa 55 persen yang dijanjikan akan dibayarkan tahun ini, hilal pencairannya tak kunjung tampak.

Menagih Janji di Tengah Anggaran yang Sudah Berjalan

Ahmad Markos, pelatih senam Riau, secara terang-terangan menyuarakan kegelisahan anak asuhnya.

Dia menilai tidak ada alasan lagi bagi Pemprov Riau untuk menunda hak mereka, mengingat siklus administrasi APBD seharusnya sudah melewati masa transisi.

“Kami berharap awal tahun bonus sudah dicairkan. Tapi sampai Maret belum ada tanda-tanda akan dibayarkan,” tegas Markos, Kamis (12/3).

Markos juga menekankan bahwa pihaknya memahami kendala administrasi di Kemendagri pada Januari lalu. Namun, saat ini APBD sudah berjalan penuh.

"Kami mohon sisa bonus kami bisa segera dibayarkan. Kami juga membutuhkan untuk keperluan Lebaran," ujarnya lirih.

"Kapan Bonus Cair?"

Suara senada menggema dari berbagai cabang olahraga. Pelatih anggar, Zulkifli, dan pelatih tinju, Darman H., melaporkan bahwa para atlet terus mencecar mereka dengan pertanyaan yang sama, kapan sisa keringat mereka dihargai sepenuhnya?

Kondisi lebih miris diungkapkan oleh pelatih angkat besi, Deriswan. Ia mengingatkan pemerintah bahwa tidak semua pelatih memiliki kemewahan penghasilan tetap.

Bagi mereka, bonus ini bukan sekadar hadiah, melainkan penyambung hidup.

"Tidak semua pelatih punya penghasilan tetap, jadi bonus ini sangat diharapkan," kata Deriswan.

Rekam Jejak Anggaran: Baru Rp10,33 Miliar Tersalurkan

Berdasarkan data yang dihimpun, pada pencairan tahap pertama, Pemprov Riau telah menyalurkan dana sebesar Rp10,33 miliar kepada 256 atlet, pelatih, dan ofisial.

Rinciannya, sebanyak 163 orang menerima transfer melalui Bank Riau Kepri Syariah senilai Rp8,18 miliar, sementara 93 orang lainnya melalui bank lain sebesar Rp2,15 miliar.

Padahal, nilai perjuangan mereka di lapangan sangat besar. Sesuai skema, atlet peraih emas perorangan dijanjikan total Rp129 juta, perak Rp64,5 juta, dan perunggu Rp32,25 juta.

Sedangkan untuk pelatih, bonus emas perorangan dipatok Rp45 juta, perak Rp36 juta, dan perunggu Rp31,5 juta, dengan nominal berbeda untuk nomor ganda maupun beregu.

Hingga berita ini diturunkan, para pahlawan olahraga Riau masih harus gigit jari menunggu sisa 55 persen hak mereka di tengah bayang-bayang kebutuhan Lebaran yang kian mendesak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index