Bupati Ahmad Yuzar Jemput Bola Revitalisasi Embung Stanum ke Kementerian PUPR RI

Bupati Ahmad Yuzar Jemput Bola Revitalisasi Embung Stanum ke Kementerian PUPR RI

GAGASANRIAU.COM, BANGKINANG - Komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat sistem mitigasi bencana daerah tidak perlu diragukan lagi. Langkah-langkah strategis dan terukur terus diikhtiarkan hingga ke tingkat pusat demi kepentingan masyarakat.

Keseriusan tersebut dibuktikan secara nyata saat melihat kondisi kawasan konservasi Embung Stanum di Bangkinang yang kian memprihatinkan. Penanganan infrastruktur pengairan ini dinilai mendesak dan butuh intervensi anggaran berskala nasional.

Tak ingin membuang waktu, Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., mengambil tindakan cepat dengan memimpin langsung kunjungan kerja ke Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI di Jakarta pada Selasa (12/5/2026).

Langkah "jemput bola" ini menjadi aksi tegas Pemkab Kampar untuk memperjuangkan penganggaran revitalisasi kawasan Embung Stanum. Kerusakan berat pada infrastruktur air tersebut dinilai berisiko tinggi mengganggu fungsi ekologis wilayah.

Dalam diplomasi pembangunan ke ibu kota negara tersebut, Bupati Ahmad Yuzar didampingi oleh Penjabat (Pj) Sekda Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.S.T.P., M.Si.

Turut hadir memperkuat rombongan daerah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, Yuricho Efril, S.S.T.P., beserta jajaran Sekretaris dan para Kepala Bidang Dinas Damkar Kampar.

Di hadapan jajaran pejabat jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR RI, Bupati Ahmad Yuzar memaparkan secara lugas urgensi penanganan Embung Stanum yang sudah tidak bisa ditunda lagi.

Ahmad Yuzar menegaskan bahwa revitalisasi Embung Stanum bukan sekadar wacana pembangunan rutin harian, melainkan kebutuhan darurat demi menjaga fungsi kawasan penyangga lingkungan dan cadangan air daerah.

"Kawasan konservasi Stanum memiliki peranan yang sangat strategis sebagai kawasan penyangga lingkungan serta sumber cadangan air bagi wilayah sekitarnya," tegas Ahmad Yuzar mengawali pemaparannya.

Bupati membeberkan bahwa abrasi berat di sepanjang sempadan kawasan serta runtuhnya sebagian struktur bendungan menjadi ancaman nyata. Kerusakan fisik ini memicu penurunan fungsi pengendalian air secara drastis.

"Apabila tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya kapasitas tampung air, meningkatnya kerusakan lingkungan, serta berkurangnya kemampuan kawasan dalam situasi darurat," lugas Bupati.

Guna memperkuat urgensi usulan, Pemkab Kampar telah menyiapkan cetak biru (blueprint) pengawasan wilayah. Embung Stanum diproyeksikan bertransformasi menjadi Center Terpadu Penanggulangan Bencana Kebakaran dan Non-Kebakaran.

Kawasan terpadu ini nantinya disiapkan sebagai sumber cadangan air utama untuk menyuplai armada pemadam saat terjadi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) maupun kondisi darurat lainnya di Kabupaten Kampar.

Pemaparan komprehensif dari pimpinan daerah Kampar tersebut disambut hangat dan responsif oleh jajaran Kementerian PUPR RI. Pemerintah pusat mengapresiasi keaktifan Pemkab Kampar dalam mengawal wilayahnya.

Delegasi Kementerian PUPR RI dipimpin langsung oleh Direktur Air Tanah dan Air Baku, Mohamad Firman. Beliau didampingi Kasubdit Cantek Pulung, Kasubdit Wilayah I Ghoni, Febri dari Subdit Cantek Kaltim, serta Katim Subdit Wilayah I Angga.

Mohamad Firman menegaskan bahwa masukan dan data riil yang dibawa langsung oleh Bupati Kampar memberikan gambaran utuh mengenai kebutuhan infrastruktur prioritas di daerah.

"Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Kampar Ahmad Yuzar atas kunjungan ini, sehingga kebutuhan daerah dapat kami ketahui secara langsung dan detail," ujar Mohamad Firman memberikan apresiasi.

Kementerian PUPR RI memberikan sinyal hijau dan memastikan bahwa usulan pembenahan kawasan Embung Stanum akan masuk dalam daftar prioritas penanganan kementerian teknis.

"Kami akan memprioritaskan usulan ini dan menyampaikannya langsung kepada pimpinan, sehingga pembangunan revitalisasi ini dapat direalisasikan pada tahun 2027," tegas Mohamad Firman memberi kepastian.

Langkah taktis Bupati Ahmad Yuzar ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang responsif (responsive leadership). Pemkab Kampar terbukti konsisten mengawal kelestarian lingkungan dan ketahanan bencana demi keselamatan warga di masa depan.(ADV)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index