Tingkatkan Budaya Membaca dan Inklusi Sosial, Pemkab Kampar Gelar Penilaian 9 Perpustakaan Desa Menuju Tingkat Provinsi

Tingkatkan Budaya Membaca dan Inklusi Sosial, Pemkab Kampar Gelar Penilaian 9 Perpustakaan Desa Menuju Tingkat Provinsi

GAGASANRIAU.COM, BANGKINANG - Geliat gerakan literasi di Kabupaten Kampar makin memperlihatkan gelombang positif yang menyasar hingga ke tingkat desa. Pemerintah daerah terus mendorong fasilitas pustaka untuk bertransformasi menjadi pusat pengetahuan masyarakat yang hidup dan inovatif.

Langkah strategis ini menjadi komitmen Pemkab Kampar dalam melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, serta membentengi masyarakat dari dampak negatif perkembangan teknologi modern.

Sebagai wujud apresiasi dan pembinaan berkelanjutan, Pemkab Kampar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar ajang penilaian pustaka desa berprestasi di seluruh wilayah kabupaten.

Sebanyak 9 Perpustakaan Desa terbaik dari berbagai kecamatan secara resmi mengikuti proses evaluasi ketat yang dilakukan oleh Tim Penilai Pustaka Desa Kabupaten Kampar.

Penilaian ini digelar guna menentukan wakil terbaik yang akan membawa nama harum Kabupaten Kampar menuju kompetisi di tingkat Provinsi Riau hingga ke tingkat nasional.

Setelah menyambangi sejumlah wilayah, proses verifikasi lapangan pada hari ini berlanjut di Pustaka Desa Soboghia, Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, pada Senin (18/5/2026).

Kegiatan penilaian ini tidak sekadar ajang perlombaan rutin, melainkan bagian dari komitmen besar Pemkab Kampar dalam menggerakkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP BIS).

Hadir mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kampar Ir. Kholida, M.M., Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan, Riska Jonita, S.S.T.P., M.Si., memimpin langsung jalannya evaluasi.

Riska Jonita menyampaikan bahwa perpustakaan desa kini memiliki peran dan fungsi strategis dalam mendorong terwujudnya desa yang kreatif, mandiri, dan berbudaya literasi tinggi.

"Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat membaca buku, melainkan pusat edukasi, pusat pengetahuan, sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat," ujar Riska Jonita di sela-sela peninjauan.

Melalui pendekatan inklusi sosial, pustaka desa dituntut untuk mampu menggelar berbagai kegiatan pelatihan dan pemberdayaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

"Melalui konsep Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, pustaka harus mampu menghadirkan manfaat nyata dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa," tambahnya.

Adapun sembilan pustaka desa yang masuk dalam jajaran penilaian unggulan, antara lain Desa Senama Nenek dan Desa Bukit Kemuning (Tapung Hulu), Desa Pulau Terap (Kuok), serta Desa Pulau Gadang (XIII Koto Kampar).

Selain itu, turut bersaing Desa Laboy Jaya (Bangkinang), Desa Sari Galuh (Tapung), Desa Bukit Kratai (Rumbio Jaya), Desa Rumbio (Kampar), serta Desa Karya Bakti (Kampar Kiri Tengah).

Lebih lanjut, Riska menegaskan bahwa keberadaan pustaka desa yang nyaman dan menarik menjadi benteng efektif dalam mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap penggunaan gawai dan bahaya gim daring (game online).

"Kita harus memiliki persepsi yang sama bahwa perpustakaan adalah sarana pendalaman literasi dan numerasi. Pustaka harus menjadi taman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak," jelas Riska.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai, Bambang, M.Si., menegaskan bahwa tata kelola pustaka desa yang ideal merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian status desa mandiri.

"Kunci utama pustaka desa adalah inovasi. Bagaimana pengelola mampu mengemas perpustakaan menjadi lebih menarik, nyaman, dan ramah pengunjung sehingga melahirkan ide-ide kreatif," pangkas Bambang.

Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Sekretaris Desa Rumbio, Zulfadri, yang mewakili Kepala Desa Rumbio Andi Putra, didampingi pengelola Pustaka Soboghia, Senda Mela.

"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan ini. Semoga Pustaka Soboghia Desa Rumbio dapat meraih hasil terbaik dan mewakili Kabupaten Kampar hingga tingkat nasional," pungkas Zulfadri penuh optimisme.(ADV).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index