Emak-Emak Rohil Nekat Blokade Jalan Lintas Menggala–Pujud, Muak Makan Debu dan Janji Perbaikan Gubernur Riau

Emak-Emak Rohil Nekat Blokade Jalan Lintas Menggala–Pujud, Muak Makan Debu dan Janji Perbaikan Gubernur Riau
Aksi emak-emak blokade jalan muak makan debu tiap hari, di Rokan Hilir

GAGASANRIAU.COM, TANAH PUTIH, ROHIL — Warga terutama kaum emak-emak, menumpahkan kekecewaan mereka persisinya di Kepenghuluan Menggala, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).

Mereka kecewa dan marah atas terbengkalainya infrastruktur daerah di kampung mereka.

Bahkan puluhan emak-emak nekat menggelar aksi protes dengan memblokade Jalan Lintas Menggala–Pujud pada Rabu (2/9/2026).

Aksi blokir jalan ini diambil sebagai bentuk desakan terbuka kepada pemerintah yang dianggap menutup mata terhadap kerusakan parah jalur lintas tersebut.

Padahal, jalan ini merupakan urat nadi transportasi vital penghubung wilayah Rokan Hilir hingga ke perbatasan Riau–Sumatera Utara.

Di lokasi aksi, warga tak sekadar menghadang jalan, tetapi juga mendirikan panggung darurat sebagai mimbar bebas untuk menyuarakan kekecewaan.

Dampaknya, lalu lintas di jalur strategis itu lumpuh total. Baik kendaraan pribadi maupun angkutan barang tak bisa melintas dan tertahan di sekitar lokasi pemblokadean.

Makan Debu Tiap Hari, Warga Tagih Janji Gubernur Riau

Keluhan utama warga bersumber dari kondisi jalan berlubang dan lapisan tanah yang lepas.Saat kendaraan melintas, hempasan debu tebal langsung mengepung permukiman di sepanjang ruas jalan.

Salah seorang perwakilan warga, Anita, menegaskan bahwa masyarakat sudah kehilangan kesabaran menanti realisasi perbaikan yang tak kunjung datang.

“Kami sudah lelah dengan kondisi jalan seperti ini. Setiap hari kami harus menghirup debu. Kami berharap pemerintah segera memberikan solusi dan merealisasikan perbaikan jalan,” tegas Anita saat berorasi di atas mimbar aksi dikutip dari Riauterkinicom.

Aksi yang didominasi kaum ibu ini juga memancarkan kekhawatiran atas dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak yang terpapar debu saban hari.

Masyarakat pun melayangkan desakan terbuka agar orang nomor satu di Provinsi Riau turun tangan menangani persoalan yang sudah menahun ini.

“Pak Gubernur Riau, kami mohon perhatikan kondisi anak-anak dan masyarakat kami. Setiap hari mereka harus beraktivitas di tengah debu. Kami ingin jalan ini segera diperbaiki,” seru warga bersahut-sahutan.

Kerusakan Menahun Tanpa Kejelasan Konkret

Kerusakan ruas Jalan Lintas Menggala–Pujud bukan terjadi setahun dua tahun.

Permukaan jalan yang buruk dan titik-titik lubang menganga telah berulang kali dikeluhkan tanpa ada penanganan permanen dari pihak berwenang.

Aksi blokade ini menjadi sinyal keras keresahan warga yang menuntut kepastian, bukan sekadar janji manis.

Masyarakat menegaskan akan terus mengawal aspirasi ini sampai Pemerintah Provinsi Riau memberikan respons konkret dan menurunkan alat berat ke lokasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index