GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Akhir-akhir ini, krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kota Pekanbaru kian menguji kesabaran publik.
Ditengah krisis BBM yang berkepanjangan dan tak pernah tuntas penyelesainnya, pelayanan buruk oknum petugas SPBU di Jalan Arifin Achmad tambah memicu kekesalan mendalam bagi para pengendara yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di tengah gulita malam hanya demi mendapatkan jatah solar.
Kekecewaan tersebut meledak pada Jumat (4/9) malam. Kendaraan bermotor mengular panjang dari bahu Jalan Arifin Achmad hingga merayap masuk ke area pengisian tangki SPBU.
Namun, pengorbanan para sopir yang sudah mengantre sejak siang hingga malam hari justru direspons dengan penutupan sepihak tanpa ada pemberitahuan awal.
Rendi Anggi, salah seorang pengendara yang menjadi korban kesewenang-wenangan pelayanan SPBU tersebut, menumpahkan kekesalannya usai terbuang sia-sia waktunya selama lebih dari tiga jam.
"Udah antre dari habis Magrib tadi. Tiba-tiba pas giliran saya, katanya habis minyak," ujar Rendi dengan nada tinggi saat dikonfirmasi.
Rendi yang penasaran mencoba mengonfirmasi kebenaran habisnya stok BBM tersebut.

Pasalnya, pola penutupan sepihak ini terkesan disengaja setiap kali jarum jam mendekati pukul 22.00 WIB.
Bukannya memberikan penjelasan yang kooperatif dan manusiawi, oknum petugas SPBU tersebut justru merespons pertanyaan warga dengan nada emosional.
"Tadi sempat tanya ke petugas, eh dia marah. Kan aneh karena kita sudah berjam-jam antre. Enggak ada pemberitahuan, langsung dibilang minyak habis. Waktu kita tanya, dia lari," cecarnya.
Dugaan Pola Penghentian Pengisian Jelang Jam 10 Malam
Praktek penghentian pengisian Bio Solar yang mendadak ini rupanya bukan kali pertama terjadi.
Rendi mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengalami nasib apes yang sama selama dua malam berturut-turut di lokasi SPBU yang sama.
Kejanggalan kian menguat lantaran penghentian selalu mengeksekusi kendaraan yang berada di barisan depan tepat sebelum operasional mendekati pukul 22.00 WIB.
"Malam kemarin saya juga antre di sini, tepat di waktu yang sama jelang jam 22.00 juga. Malam kemarin itu tinggal 3 atau 5 kendaraan depan saya, dan ini pas tinggal kendaraan saya," beber Rendi.
Kekesalan serupa turut dirasakan oleh belasan pengendara lain yang terjebak dalam barisan antrean panjang tersebut.
Tanpa adanya papan pengumuman atau petugas yang membatasi antrean sejak awal dari ekor barisan, para pengendara terpaksa tancap gas meninggalkan SPBU dengan tangki kosong dan rasa kecewa mendalam atas buruknya tata kelola pelayanan BBM di Pekanbaru.