Modus Jual Anak Yatim: Wajah Wabup Bengkalis Dicatut untuk Donasi Bodong!

Ahad, 15 Maret 2026 | 05:10:43 WIB
Meme modus menghimpun dana masyarakat menggunakan wajah Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso

GAGASANRIAU.COM, BENGKALIS — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bengkalis menyampaikan imbauan untuk masyarakat di Negeri Junjungan agar diminta waspada tinggi.

Pasalnya ada sebuah jaringan penipuan digital kini tengah melancarkan aksinya dengan mencatut foto dan nama Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, bertujuan mengeruk dana publik dengan dalih sedekah bagi anak yatim.

Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis di diskominfotik.bengkaliskab.go.id, pelaku menggunakan modus "sentimen agama" melalui poster ajakan donasi amal yang disebar secara masif di berbagai saluran komunikasi.

Namun, di balik narasi sosial tersebut, dana yang terkumpul diarahkan langsung ke nomor rekening pribadi, bukan melalui mekanisme resmi pemerintah.

Targetkan Perangkat Desa dan Rakyat Kecil

Berdasarkan temuan di lapangan, pelaku menggunakan nomor WhatsApp +62 812-2822-5931 untuk meyakinkan calon korban. 
Sasarannya tidak main-main, mulai dari perangkat desa hingga masyarakat umum yang tergerak oleh sosok pejabat daerah.

Agus Sofyan, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Bengkalis, mengonfirmasi bahwa program donasi tersebut adalah hoaks dan murni tindakan kriminal.

"Jangan mudah tergiur oleh ajakan yang menggunakan nama pejabat, foto resmi, maupun simbol pemerintahan. Hal tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk keuntungan pribadi," tegas Agus, Minggu (15/3).

Celah di Balik 'Sakti'nya Foto Pejabat

Pencatutan identitas pejabat daerah ini menjadi bukti masih maraknya pemanfaatan celah kepercayaan publik terhadap simbol-simbol pemerintahan.

Pelaku sengaja menampilkan foto resmi Wabup Bagus Santoso untuk menciptakan rasa aman semu bagi korban.

Agus mengingatkan bahwa setiap program sosial pemerintah tidak pernah menggunakan rekening pribadi.

Ia meminta masyarakat untuk membudayakan verifikasi berlapis sebelum mentransfer uang.

"Setiap program yang membawa nama pejabat daerah pasti memiliki mekanisme resmi dan dapat ditelusuri sumbernya. Jika mengarah ke rekening pribadi tanpa penjelasan resmi, jangan ditindaklanjuti!" tambahnya lagi.

Seruan Lapor dan Antisipasi

Hingga kini, pelaku diduga masih aktif melancarkan ajakan tersebut. Pemkab Bengkalis mengimbau siapa pun yang menerima pesan serupa untuk segera melapor ke aparat penegak hukum atau saluran resmi pemerintah daerah.

Langkah tegas ini diambil untuk memutus rantai kerugian finansial warga yang seringkali menjadi korban karena rasa sungkan atau takut saat "dimintai" bantuan oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai utusan pimpinan daerah.

Terkini