Karhutla Reborn di Lahan Koperasi RTBS Pelalawan: Api Menggila, Jalur Lintas Bono Terancam Lumpuh

Senin, 16 Maret 2026 | 20:44:04 WIB
Kondisi Karhutla di Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera

GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN, — Lagi dan lagi, kabut asap kembali menghantui Kabupaten Pelalawan, Riau.

Kali ini lahan perkebunan sawit milik Koperasi Riau Tani Berkah Sejahtera (RTBS) di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, menjadi titik merah setelah api yang sempat dinyatakan padam kembali berkobar hebat pada Senin (16/3).

Kemunculan kembali "si jago merah" ini memicu alarm waspada tinggi. Pasalnya, posisi api dilaporkan kian mendekati Jalan Lintas Bono, urat nadi transportasi masyarakat setempat yang kini terancam tertutup asap pekat jika penanganan terlambat.

Kegagalan Mitigasi di Lahan Konsesi?

Munculnya api di area yang sama dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas mitigasi kebakaran di lahan milik korporasi maupun koperasi.

Tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, BPBD, hingga Manggala Agni kini terpaksa melakukan kerja dua kali untuk menjinakkan api yang kembali "hidup" dari dalam gambut.

"Api ini kembali muncul dari lahan yang sudah padam kemarin. Tim gabungan kembali melakukan operasi pemadaman di lokasi karena api kembali berkobar di kebun sawit koperasi tersebut," tegas personel BPBD Pelalawan, Kandar, Senin (16/3).

Petugas di lapangan tidak hanya berhadapan dengan asap, tetapi juga "kepala api" yang terus bergerak liar akibat cuaca panas ekstrem dan kondisi lahan yang kering kerontang.

Water Bombing Dikerahkan, Darat Fokus Sekat Bakar

Guna mencegah dampak yang lebih luas, otoritas terkait mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pengeboman air dari udara.

Operasi udara ini menjadi tumpuan utama mengingat sulitnya akses darat di beberapa titik titik api.

Di darat, puluhan personel berjibaku memutus rantai penyebaran api dengan membangun sekat bakar secara darurat.

Fokus utama tim saat ini adalah memastikan api tidak melompati jalur dan menjalar ke Jalan Lintas Bono.

"Petugas fokus menyekat Karhutla agar tidak meluas serta memutus kepala api. Kondisi cuaca sangat panas dan belum ada hujan lebat, ini yang membuat lahan sangat rentan kembali terbakar," tambah Kandar melalui pesan video dari lokasi kejadian.

Sentilan untuk Pemilik Lahan

Kejadian berulang di lahan Koperasi RTBS ini menjadi rapor merah bagi manajemen pengelolaan lahan di musim kemarau.

BPBD Pelalawan pun kembali mengeluarkan peringatan keras bagi korporasi maupun masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendinginan.

Namun, tanpa adanya intensitas hujan yang cukup, lahan gambut di wilayah Bunut diprediksi tetap akan menjadi "bom waktu" Karhutla dalam beberapa pekan ke depan.

Terkini