Karhutla di Siak Berkobar di 3 Kecamatan Meluas ke Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, 30 Hektare Lahan Hangus

Selasa, 24 Maret 2026 | 07:24:06 WIB
Petugas melakukan pemadaman karhutla di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kampung/Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak (Foto Riaupos.co )

GAGASANRIAU.COM, SIAK, -- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Siak, Riau, kian mengkhawatirkan. Pasalnya hingga Senin (23/3), api dilaporkan telah melahap lebih dari 30 hektare lahan yang tersebar di tiga kecamatan, bahkan mulai merambah kawasan lindung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.

Novendra Kasmara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Siak, mengungkapkan titik api terbesar berada di Kecamatan Sungai Mandau, tepatnya di wilayah Tasik Betung.

Dia menjelaskan bahwa kebakaran di lokasi tersebut mulai terdeteksi sejak Ahad (22/3) dengan luas mencapai 20 hektare.

Baca juga : Sumatera Membara Riau Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Bengkalis dan Dumai Paling Kritis!

"Pemadaman masih terus berlangsung hingga Senin (23/3). Kami mengupayakan proses pendinginan dapat dilakukan pada Rabu (24/3) siang ini," ujar Novendra dilansir dari Riaupos.co.

Urgensi pemadaman di Tasik Betung menjadi prioritas lantaran lahan yang terbakar masuk dalam kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, sebuah ekosistem penting yang statusnya harus dilindungi secara ketat.

Titik Api Tersebar di Tiga Kecamatan

Selain di Tasik Betung, tim satgas darat juga masih berjibaku melakukan pendinginan di Kampung Olak, Kecamatan Sungai Mandau.

Di lokasi ini, lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 6 hektare hangus terbakar dan telah memasuki masa pendinginan hari keenam.

Kebakaran juga dilaporkan muncul di wilayah lain pada Senin (23/3) siang.

Baca juga : Siak Berdarah Jelang Lebaran, Agen BRI Link Kritis Dibacok, Rp40 Juta Raib Dirampok

Di Kecamatan Kandis Api membakar sekitar setengah hektare semak belukar di Jalan Lintas Pekanbaru-Duri, Km 57.

Hingga kini, pemilik lahan tersebut belum diketahui. Sementara itu di Kecamatan Sungai Apit titik api terpantau di Desa Lalang dan Desa Bunsur.

Tim dijadwalkan melakukan pemadaman intensif di dua desa ini pada Rabu (24/3).

"Jika diakumulasikan dari wilayah Kandis, Sungai Apit, hingga Sungai Mandau, total luas lahan yang terbakar bisa mencapai lebih dari 30 hektare," tambah Novendra.

Dampak Lingkungan dan Imbauan Tegas

Meluasnya karhutla ini dipastikan berdampak buruk pada kerusakan ekosistem di Kabupaten Siak.

Mengingat dampak luar biasa yang ditimbulkan, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan, Novendra meminta komitmen semua pihak untuk menghentikan praktik pembersihan lahan dengan cara membakar.

Baca juga : Lebaran di Balik Asap, Karhutla Pelalawan Mengganas, Harapan Modifikasi Cuaca Masih Digantung BNPB

"Kami mengajak semua pihak untuk tidak membakar. Mari bersama menjaga lingkungan agar terhindar dari karhutla yang memiliki dampak luar biasa bagi kita semua," tegasnya.

Terkini