GAGASANRIAU.COM, SIAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menghantui wilayah konservasi penting dunia. Kali ini, api dilaporkan mengamuk di kawasan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, lokasi itu juga berbatasan langsung dengan Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak.
Melansir dari Riaupos.co, Karhutla terjadi pada Minggu (22/3/2026) siang. Kondisi tersebut menjadi sinyal merah bagi kelestarian lingkungan di Riau.
Tim Reaksi Cepat (RPK) Arara Abadi bersama BPBD Kabupaten Siak dilaporkan tengah berjibaku memetakan jalur menuju lokasi titik api.
Baca juga : Siak Berdarah Jelang Lebaran, Agen BRI Link Kritis Dibacok, Rp40 Juta Raib Dirampok
Laporan mengenai Karhutla ini pun telah diteruskan ke BPBD Riau serta BBKSDA Riau untuk penanganan lebih lanjut.
Novendra Kasmara, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Siak, mengungkapkan bahwa arah rambatan api saat ini terpantau menuju area danau atau tasik.
Hal itu tentu meningkatkan kekhawatiran akan dampak kerusakan yang lebih luas.
“Foto diambil oleh RPK Arara Abadi melalui drone, hanya saja tak ada titik koordinat,” jelas Novendra, menggambarkan kendala teknis yang dihadapi di lapangan.
Ancaman Habitat dan Kebutuhan Kolaborasi Nyata
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD Siak, RPK Arara Abadi, dan sejumlah pihak terkait masih terus bertarung melawan api di lokasi.
Namun, ketidakpastian mengenai luas lahan yang terbakar menambah daftar panjang kecemasan publik.
“Sampai malam ini belum diketahui sudah berapa luas lahan yang terbakar,” terang Novendra.
Berdasarkan dokumentasi foto dan video yang diterima redaksi, laju api terlihat sangat cepat merambat.
Situasi ini menuntut kolaborasi nyata dari semua pihak, bukan sekadar koordinasi di atas kertas.
Keterlambatan dalam penanganan dipastikan akan membawa dampak luar biasa, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat sekitar, tetapi juga mengancam habitat flora dan fauna yang ada di dalam Cagar Biosfer tersebut.
Langkah koordinasi lintas sektoral dikabarkan telah dilakukan, mencakup komunikasi intensif dengan pihak Polres dan Kodim 0332/Siak Sri Indrapura untuk memperkuat daya gempur terhadap api sebelum situasi menjadi tidak terkendali.