Polda Riau Turun Tangan, Polres Siak Gandeng Psikolog Forensik Usut Kematian Dokter PPDS

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:17:05 WIB
Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr. Raja Kosmos P., S.H., M.H

GAGASANRIAU.COM, SIAK -- Kematian dokter Alex Cristo Loris yang ditemukan tak bernyawa di samping pagar RSUD Tengku Rafian, Jalan Raja Kecik, Kabupaten Siak, Riau, terus menjadi misteri yang belum juga terkuak.

Untuk itu, kepolisian kini menggandeng tim psikologi forensik hingga mendatangkan asistensi khusus dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau guna membongkar penyebab pasti kematian korban.

Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siak AKP Raja Kosmos, dia mengonfirmasi bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara maraton melalui pendekatan scientific crime investigation.

Diterangkan AKP Raja Kosmos, selain olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang, penyidik juga kata dia telah mengamankan sejumlah barang bukti dan mengirimkan jenazah ke Laboratorium Forensik (Labfor) untuk melakoni pengujian komprehensif.

“Untuk hasil otopsi masih membutuhkan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Begitu juga dengan barang bukti, masih menunggu hasil dari laboratorium forensik,” ujar Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos, Kamis (23/7) malam.

Raja Kosmos mengatakan dalam pergerakan perburuan petunjuk ini, kepolisian telah mengamankan seluruh rekaman Kamera Pengawas (CCTV) yang merekam jejak pergerakan almarhum dari dua lokasi berbeda.

“Pemeriksaan CCTV juga sudah kami lakukan, dan kami mendapatkan seluruh rekaman, mulai korban keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP. CCTV diambil dari dua sumber, dan sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti,” terang Kosmos.

Tak berhenti di situ lanjut Raja Kosmos, penyidik juga berupaya membongkar isi alat komunikasi berupa satu unit ponsel milik korban.

Proses pembukaan ponsel dilakukan secara manual dengan didampingi langsung oleh istri, orang tua, serta abang kandung korban.

Namun, lantaran terdapat sejumlah aplikasi dan item data terenkripsi yang tak sanggup dibuka secara manual, perangkat ponsel tersebut resmi dikirim ke Labfor untuk dilakukan ekstraksi data digital secara mendalam.

Selain itu juga, guna mengurai benang merah peristiwa, Satreskrim Polres Siak telah mencecar belasan saksi kunci dari berbagai unsur internal maupun eksternal.

Dari lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak, penyidik telah memeriksa petugas security, dua dokter pembimbing residen anestesi, satu dokter residen anestesi, serta istri korban.

“Pemeriksaan saksi ini akan kami lakukan pendalaman atau pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa temuan kesaksian dan barang bukti,” tegas Kasat Kosmos.

Guna mendalami rekam jejak akademik dan finansial korban, polisi juga akan menggarap rekan sejawat korban di Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri), staf akademik, hingga staf bagian keuangan FK Unri.

Bahkan, jangkauan pemeriksaan meluas hingga ke Provinsi Maluku. Polisi mendalami keterangan dua rekan kerja korban di Maluku seorang bidan dan seorang dokter melalui sambungan langsung untuk menggali peta informasi awal.

Mencermati gelagat temuan barang bukti, kesaksian, serta petunjuk digital dari ponsel korban, Polres Siak memutuskan menerjunkan tim ahli psikologi forensik dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau (UIR).

“Pelaksanaannya sudah dimulai dengan metode wawancara kepada para saksi dan analisis barang bukti dan petunjuk lainnya,” pungkas Kosmos.

Polres Siak menegaskan komitmennya untuk menuntaskan teka-teki kematian dokter Alex secepat mungkin tanpa mengenyampingkan kehati-hatian, demi menghadirkan fakta kebenaran ilmiah yang tak terbantahkan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi liar yang beredar.

Terkini