Kendalikan Api Lahan Gambut di Inhu, Tim Gabungan Tembus Akses Sulit Gunakan Injeksi Cairan X-Fire

Selasa, 15 September 2026 | 12:37:27 WIB
Petugas saat menyemprotkan Cairan X Fire ke dalam lahan gambut yang menympan api

GAGASANRIAU.com, INDRAGIRI HULU - Tim gabungan saat melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Jumat, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), memasuki babak baru.

Tim Gabungan tak lagi cuma mengandalkan cara konvensional, mereka mulai mengerahkan inovasi teknologi cairan pemadam X-Fire 01 dan X-Fire 02 untuk menembus bara di kedalaman gambut

Aksi penanganan berbasis teknologi ini dipimpin langsung Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama jajaran tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) pada Senin (14/9).

Langkah ini diambil usai personel mendapatkan instruksi teknis dari Sat Brimob Polda Riau.

Kapolres Inhu melalui Kasi Humas Aiptu Misran menegaskan bahwa penggunaan cairan X-Fire menjadi strategi krusial untuk menaklukkan karakter tanah gambut Inhu yang kerap menyimpan bara api tersembunyi di bawah permukaan.

"Pelatihan dan praktik ini dilakukan agar personel di lapangan memahami secara langsung penggunaan X-Fire, baik untuk pemadaman permukaan maupun penanganan api di dalam lapisan gambut," ujar Misran.

Dalam taktik pertempuran melawan api ini, cairan X-Fire 01 diracik bersama air dengan rasio 1:4 menggunakan mixer. 
Campuran tersebut disemprotkan menggunakan mesin mini striker untuk area kebakaran luas, serta alat semprot manual untuk melumpuhkan titik api kecil.

Khusus area tanah gambut tebal, tim menusukkan perangkat injeksi langsung ke dalam tanah.

Tujuannya agar racikan cairan penjinak api meresap akurat memadamkan tumpukan bara di kedalaman tanah.

"Bukan hanya api yang terlihat di permukaan yang jadi sasaran. Pendinginan bagian dalam sangat penting agar titik panas tidak muncul kembali," tegas Misran.

Operasi pemadaman skala besar di lahan kosong dan area perkebunan sawit ini melibatkan puluhan personel gabungan, termasuk BKO Dit Samapta dan Sat Brimob Polda Riau.

Operasi darat turut disokong tiga helikopter water bombing BNPB dari udara, serta dua unit alat berat PT RAPP untuk merancang sekat bakar.

Perjuangan tim di lapangan diterjang tantangan ekstrem. Petugas harus menyeberangi sungai lewat jalur air, dilanjutkan jalan darat sejauh 10 kilometer, di tengah kondisi kanal-kanal warga yang mulai mengering dan menyulitkan pasokan air.

Hingga Senin sore kemarin (14/9), tim gabungan berhasil menjinakkan dan melakukan pendinginan di areal seluas 8 hektare. 
Meski demikian, penyisiran dan patroli ketat Bhabinkamtibmas terus disiagakan di lokasi mengingat kepulan asap masih membumbung dari tanah gambut yang membara.

Terkini