Tak Dikasih Uang Beli Handphone, Remaja di Rohul Nekat Gantung Diri

Senin, 08 November 2021 - 14:16:13 wib | Dibaca: 801 kali 
Tak Dikasih Uang Beli Handphone, Remaja di Rohul Nekat Gantung Diri
Pihak kepolisian saat olah TKP peristiwa remaja gantung diri

GAGASANRIAU.COM, ROHUL - Seorang remaja di Lingkungan Kuba RT 001 RW 001 Kelurahan Tambusai Tengah Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau nekat gantung diri.

Remaja bernama Muhammad Arifin (17 tahun) tersebut gantung diri dikarenakan kesal dengan orang tuanya yang tidak memenuhi keinginan meminta uang untuk membeli handphone baru.

Peristiwa tersebut pada Minggu 07 November 2021, sekira pukul 17.30 Wib, berawal korban Muhammad Arifin meminta uang sebesar Rp 5.000.000 kepada orang tuanya, Kondoriah, guna untuk membeli handphone.

Namun pada saat itu orang tua korban tidak memberikan uang tersebut kepada korban dikarenakan baru satu minggu di berikan uang untuk membeli handphone namun handphone tersebut telah dijual kembali oleh korban.

"Dan ketika itu korban memaksa orang tuanya untuk memberikan uang tersebut kepada korban sambil menarik narik orang tuanya namun ketika itu orang tua korban mengatakan bahwa tidak ada mempunyai uang," Kata Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi melalui Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

lalu korban mengatakan kepada orang tuanya "Jangan Nanti Mamak Nyesal Ya" sambil korban berjalan masuk kedalam rumahnya sedang orang tua korban pergi ke rumah tangga sebelah rumahnya dan bercerita dengan tetangganya.

Sekira pukul 18.15 Wib orang tua korban pulang ke rumah guna untuk menunaikan ibadah sholat Magrib dan langsung berjalan mengarah ke kamar mandi guna untuk mengambil air wudhu dan ketika itu kakak korban yang bernama Suci Lestari keluar dari dalam kamar tidur guna juga untuk mengambil air wudhu persiapan sholat magrib.

"Saat kakak korban hendak menuju ke dapur dan melewati kamar korban lalu ketika itu kakak korban membuka gorden pintu kamar korban guna untuk melihat korban dan pada saat kakak korban membuka gorden pintu kamar korban lalu ketika itu kakak korban melihat korban telah tergantung di dekat pintu kamarnya," terangnya.

Melihat kejadian tersebut secara spontan kakak korban langsung berteriak dan memanggil orang tuanya dan kemudian orang tua korban langsung datang dikarenakan mendengar teriakan tersebut dan spontan langsung memotong tali tambang yang telah mengikat dileher korban dan kemudian langsung mengangkat dan menurunkan korban dan membawa keruangan tamu sambil berteriak minta tolong sehingga tetangga datang ke rumah.

Kapolsek Tambusai mendapatkan informasi tersebut  bersama anggota piket jaga dan Kanit Reskrim Polsek Tambusai langsung berangkat menuju ke TKP bersama dengan pihak Medis Puskesmas Tambusai I dan sesampainya di TKP personil Polsek Tambusai langsung melakukan olah tempat kejadian dan melakukan visum luar terhadap korban yang mana ketika itu juga disaksikan oleh pihak keluarga dan aparat Desa setempat.

"Saat pemeriksaan terdapat adanya luka memar berbekas tali tambang melingkar di leher korban dan tidak ditemukannya tanda tanda adanya kekerasan atau pun hal hal yang mencurigakan," paparnya.

Dan selanjutnya pihak polsek Tambusai berkoordinasi dengan pihak keluarga yaitu orang tua kandung korban yang mana orang tua kandung korban mengatakan bahwa korban sebelum ditemukan telah gantung diri yang mana korban sebelum nya meminta uang kepada orang tuanya guna untuk membeli handphone namun ketika itu orang tua korban tidak memberikannya dikarenakan baru satu minggu diberikan uang kepada korban guna untuk membeli handphone namun handphone tersebut telah dijualnya.

"Sebelum gantung diri, korban sempat mengatakan 'Jangan Nanti Mamak Nyesal Ya' dan juga korban sering mengancam orang tuanya dengan kata kata tersebut dan juga ngamuk ngamuk apabila setiap kali meminta uang tidak diberikan oleh orang tuanya,"

Dan Selanjutnya Kapolsek Tambusai  berkoordinasi dan menyarankan kepada pihak keluarga untuk di lakukan otopsi guna proses hukum, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban dan hanya dilakukan visum etrepertum (visum luar) dan juga pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas atas kematian korban.

"Pihak keluarga membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi," tutur Sunarto.

Selanjutnya pihak Polsek Tambusai menyerahkan korban kepada keluarga untuk proses sebagai mana mestinya. Diduga Korban merasa kesal kepada orang tuanya dikarenakan tidak diberi uang oleh orang tuanya untuk membeli handphone. 


Loading...
BERITA LAINNYA