Karyawan Bus TMP Mogok Kerja, Masyarakat Minta Pemko Jangan Persulit Rakyat

Rabu, 22 Desember 2021 - 21:33:36 wib | Dibaca: 834 kali 
Karyawan Bus TMP Mogok Kerja, Masyarakat Minta Pemko Jangan Persulit Rakyat
Sabarudi Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sudah tiga hari pramudi Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) melakukan aksi mogok kerja. Aksi ini dikarenakan, gaji para Pramudi yang belum dibayarkan manajemen.

"Untuk operasional TMP selama tahun 2021 ini sudah dianggarkan DPRD Pekanbaru. Bahkan, subsidi penumpang juga sudah dimasukkan kedalam anggaran tersebut," kata Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, Rabu, 22 Desember 2021.

Politisi PKS ini bingung jika sudah dianggarkan, mengapa karyawan TMP ini tak dibayarkan gajinya.  

"Kalau gaji pramudi ini mogok, persoalannya apa? Kok bisa gaji mereka tidak dibayarkan," sebutnya.

Sabarudi meminta PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) dapat segera membayarkan kewajibannya agar Bus TMP  bisa berjalan kembali.

"Ini kalau bisa diminimalisir. Jangan sampai terjadi lagi. Untuk saat ini harus segera diberikan solusi yang cepat,"ucapnya.

Sabarudi juga mengatakan, pihaknya meminta agar PT TPM dan PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) mengungkapkan ke publik apa yang menjadi permasalahan saat ini sehingga masyarakat tidak memandang buruk pengelolaan TMP.

Karena, PT TPM adalah pengelola TMP dan merupakan anak perusahaan dari PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Pekanbaru.

"Untuk pemanggilan yang bersangkutan, nanti akan didiskusikan dulu di Komisi II," pungkasnya.

Salah satu masyarakat bernama Udin mengeluhkan Bus TMP yang berhenti beroperasi.

"Saya sudah lama menunggu bus tak datang-datang rupanya kata orang sekitar mogok kerja lagi, karena saya tau ini bukan sekali dua kali tapi sudah sering," bebernya.

Banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi umum ini, Udin meminta Pemerintah Kota Pekanbaru untuk lebih perhatian kepada rakyat yang tidak memiliki kendaraan pribadi.

"Kami pergi kerja susah kesana-kemari susah, anak sekolah juga banyak pakai bus masak sudah sulit makan sipersulit lagi," jelasnya.


Loading...
BERITA LAINNYA