Tim KUKERTA Sosialisasi Budidaya TOGA dan Pembuatan Pestisida Alami di Kelurahan Umban Sari

Ahad, 07 Agustus 2022 - 15:58:06 wib | Dibaca: 747 kali 
Tim KUKERTA Sosialisasi Budidaya TOGA dan Pembuatan Pestisida Alami di Kelurahan Umban Sari
Mahasiswa KUKERTA UNRI saat jadi pemateri sosialisasi budidaya tanaman TOGA di Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada pada 1 Agustus 2022 lalu.

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Mahasiswa KUKERTA Balek Kampung UNRI mengadakan sosialisasi budidaya penanaman bibit TOGA dan pembuatan pestisida alami.

Ketua kelompok KUKERTA, T Mohd Farhan mengatakan sosialisasi tersebut di RW 09, Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada pada 1 Agustus 2022 lalu.

"Dalam sosialisasi itu,  kami Mahasiswa menjelaskan cara budidaya tanaman TOGA atau tanaman obat keluarga, salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan praktis, baik pada pot plastik maupun tanah di sekitar pekarangan rumah," terang T Mohd Farhan.

Jenis TOGA yang diberikan berupa Jahe, Jahe Merah, Sirih Merah, Lengkuas, Sambiloto, Temulawak, Mahkota Dewa, Jeringau, Kumis Kucing, Sereh, Kencur, Panglai dan Kunyit. 

Target utama dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan manfaat tanaman obat bagi kesehatan dan demontrasi pembuatan serta penggunaan pestisida alami untuk TOGA tersebut.

Dalam kesempatan itu, salah seorang warga setempat sangat mengapresiasi sosialisasi budidaya tanaman TOGA itu serta cara pembuatan pestisida alami. Warga juga berterimakasih karena telah diberi bibit TOGA dari mahasiswa.

“Ternyata banyak manfaat tanaman obat ini yang baru kami dapatkan melalui adik-adik KKN. Selain dapat ilmu baru tentang manfaat tanaman obat, kami juga diberikan tanamannya. Kebetulan saya mendapatkan sirih merah dan jahe serta 3 botol pestisida," kata warga yang berkesempatan hadir dalam sosialisasi itu.

Proses demontrasi pembuatan pestisida alami dilakukan setelah sosialisasi manfaat TOGA. Bahan-bahan utama dalam pembuatan nya adalah kulit bawang putih, sabun cuci piring dan air. 

Kulit bawang putih yang telah bersih dicampur dengan sabun cuci piring dan air kemudian diaduk dan didiamkan selama selama kurang lebih 12 jam. 

Setelah didiamkan semalaman dilakukan penyaringan untuk diambil airnya saja. Perbandingan penggunaan pestisida sebagai biang dan air adalah 1 : 3 atau 1 : 1. Artinya satu sendok pestisida ditambahkan dengan 3 sendok air. 

"Pestisida ini hanya disemprotkan sekali dalam seminggu dengan titik penyemprotan hanya pada daun dan batang” ujar Fadhel, Pemateri dalam Sosialisasi TOGA. 

Lebih lanjut, Fadhel menjelaskan bahwa pestisida ini dapat digunakan dalam membasmi hama kutu daun, semut, rayap, lalat putih, penggerek, ulat bulu, siput dan ulat daun. Usahakan tidak menyemprotkan pestisida ke tanah karena akan menghilangkan zat hara yang ada di tanah.

Untuk diketahui, kelompok KUKERTA Balek Kampung Universitas Riau Kelurahan Umban Sari beranggotakan 10 orang, diantaranya T. Mohd. Farhan sebagai ketua kelompok (Prodi: Teknik Informatika, FT), Rahmadani Syafitri (Prodi: Sosiologi, FISIP), Wina Fatika Risani (Prodi: Pendidikan Matematika, FKIP), Alia Indri Astuti (Prodi: Sosiologi, FISIP).

Selanjutnya Siti Monalisa Maruddani Yusuf Daeng (Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP), Hana Nur Hanifah (Prodi: Teknik Lingkungan, FT), Elga Priscilla.S (Prodi: Agribisnis, FAPERTA), Hendolin Harmojo (Prodi: Administrsi Bisnis, FISIP), Andre Sanjaya (Prodi: Sosiologi, FISIP), dan Muhammad Fadhel Maulana (Prodi: Teknik Kimia, FT) sebagai anggota. Dengan Dosen Pembimbing Lapangan Ns. Nurul Huda M.Kep Sp kep MB., PhD.


Loading...
BERITA LAINNYA