Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Penanganan Masalah Mental Emosional di Kelurahan Sri Meranti Rumbai

Rabu, 31 Agustus 2022 - 10:12:37 wib | Dibaca: 840 kali 
Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Penanganan Masalah Mental Emosional di Kelurahan Sri Meranti Rumbai
Foto bersama usai sosialisasi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kesehatan jiwa atau kesehatan mental adalah keadaan sejahtera dimana individu menyadari potensi yang dimilikinya, mampu menanggulangi tekanan hidup normal, bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi lingkungannya.

Gangguan mental emosional merupakan fase awal sebelum terjadinya kasus ODGJ Berat baik psikotik akut maupun skizofrenia. Untuk itu perlu dilakukan deteksi dini sedari awal menggunakan form SDQ maupun form SRQ untuk mengetahui kondisi kesehatan jiwa seseorang. 

Lewat kegiatan Pemberdayaan Keluarga dalam Penanganan Masalah Mental Emosional, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Terintegrasi Abdimas Universitas Riau bersama tim dosen KJFD Jiwa-Komunitas Fakultas Keperawatan UNRI melakukan survey kuisioner menggunakan form SRQ untuk mendata kondisi kesehatan mental emosional masyarakat di RW 04 Sri Meranti Rumbai, Pekanbaru.

Dari hasil kuisioner yang telah terisi, dilanjutkan dengan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan di Masjid Hijratul Haq RW 04 Sri Meranti. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik yang kkn, yang bisa menjadi perpanjangan tangan bagi kami untuk dapat mensosialisasikan kesehatan mental emosional kepada masyarakat” sekilas begitu penyampaian dari tim promkes Puskesmas Umban Sari dalam sambutannya.

Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh beberapa dosen yang di ketuai oleh Ibu Ns. Jumaini, M.Kep., Sp.Kep.J beserta masyarakat RW 04 Sri Meranti di Masjid Hijratul Haq. Dalam kegiatan penanganan masalah mental emosional ini, Bu Jumaini selaku Dosen Pembimbing Lapangan sekaligus yang memberikan penyuluhan dan penjelasan materi terkait stress, cemas, dan depresi memaparkan materi-materi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental emosional. Di akhir materi, tim dosen bersama dengan peserta pemberdayaan melakukan praktek relaksasi otot progressive yang di pandu langsung oleh tim dosen yaitu Ibu Ns. Tesha Hestyana Sari, M.Kep.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan dilakukan, diharapkan dapat mengurangi keluhan stress emosional yang sering terjadi di masyarakat. Dengan adanya latihan otot progressive ini, masyarakat dapat mempraktikkannya di rumah dan merasakan efek terapi yang diberikan. Rileksnya otot-otot yang ada di tubuh, diharapkan dapat memicu produksi hormon endorphine yang berguna untuk kesehatan mental emosional.


Loading...
BERITA LAINNYA