Aktifis: PT RAPP Harus Tahu Diri, Belasan Tahun Masyarakat Riau Sengsara


Dibaca: 2383 kali 
Jumat,20 Oktober 2017 - 17:33:41 WIB
Aktifis: PT RAPP Harus Tahu Diri, Belasan Tahun Masyarakat Riau Sengsara Lahan Gambut yang terbakar

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Wakil Ketua Bidang Advokasi Lingkungan dan HAM Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Provinsi Riau Ricky Januari Nainggolan menyatakan hendaknya PT Riau Andalan Pulp And Paper (PT RAPP) harus tahu diri dan sadar hukum dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

"Nggak usah lebay lah, seolah-olah mau kiamat aja mengerahkan opini yang tidak sehat, ikuti saja aturan di republik ini, katanya taat hukum, tho sudah belasan tahun menikmati hasil hutan dan lahan di Bumi Lancang Kuning ini, namun bagi rakyat kecil hanya kebagian sengsara, hutan dan lahan rusak, kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diracuni oleh kabut asap, itu harus disadari" kata Ricky Januari Nainggolan Jumat sore (20/10/2017).

Dilanjutkan Ricky bahwa penggiringan opini yang terjadi saat ini bukan cara yang baik untuk memajukan bangsa dan membebaskan Riau dari kemiskinan.

"Sejahtera itu ke rakyat bukan elit-elitnya yang pegang kebijakan, lihat berapa banyak petani di desa-desa menderita karena lahannya dirampas, lihat bagaimana masa depan anak jika mereka tak punya kuasa laggi karena lahan mereka dikuasai oleh perusahaan raksasa ini" tegasnya.

Ditegaskan Ricky, Repdem Riau mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat melalui Kemen LHK untuk mencabut izin perusahaan bubur kertas tersebut.

Lahan-lahan yang bermasalah kata Ricky bisa diberdayagunakan untuk petani-petani di desa, selain itu juga lanjutnya masyarakat bisa lebih giat memberdayakan Sumber Daya Alam (SDA) nya di Riau.

"Jika kita memang benar melawan dominasi modal besar menguasai hutan dan lahan di Riau ini momentum bagi pemerintah daerah untuk menunjukan kedaulatan pemerintah, jangan lagi kita serahkan bumi ini pada modal yang hanya bisa menyengsarakan rakyat" tegas Ricky.

Di berbagai media pemberitaan bahwa telah keluar Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Pembatalan Keputusan Menteri Kehutanan No. SK.93/VI BHUT/2013 tentang Persetujuan Revisi Rencana Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (RKUPHHK-HTI) untuk jangka waktu 10 tahun periode 2010-2019 atas nama PT. RAPP.

Di mana secara efektif RKU tersebut tidak berlaku lagi, sehingga operasional HTI PT. RAPP harus dihentikan.

Baca Juga Izin HTI Dicabut, Rakyat Riau Sejahtera

Dan hal ini juga didukung penuh oleh masyarakat di Pulau Padang Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Pasalnya di daerah dengan kubah gambut terdalam tersebut, perusahaan bubur kertas ini menguasai secara dominan lahan di Pulau terluar tersebut.

Dengan diberikannya surat peringatan untuk kedua kalinya dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) No. S.1254/MENLHK-SETJEN/ROUM/HPL.1/10/2017 tanggal 6 Oktober 2017 kepada PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu merupakan indikator kongkrit bahwa RAPP sama sekali tidak memiliki kepatuhan terhadap aturan pemerintah khususnya Peraturan Pemerintah No. 57 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut" kata Isnadi Esman warga Pulau Padang Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.



Isnadi mengkritik kebijakan Kemen LHK karena sanksi yang diberikan kepada APRIL Grup terkesan lamban. "Seharusnya, izin PT.RAPP tersebut segera dicabut, sehingga tanah itu dapat dikelola oleh masyarakat untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya. Dan masyarakat pun tidak lagi menjadi buruh kasar di PT.RAPP" tegasnya.

“Sudah saatnya masyarakat Riau yang selama ini hanya menjadi buruh kasar di perusahaan seperti RAPP mendapatkan kembali martabatnya dengan diberikan hak atas tanah. Cukup sudah kita hanya dijadikan buruh diatas tanah kita sendiri. Hidup buruh, hidup masyarakat gambut,”tukasnya.

Editor Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,11 Desember 2018 - 22:33:03 WIB

    Buaya Berkeliaran di Banjir Kuansing Berhasil Ditangkap

    Buaya Berkeliaran di Banjir Kuansing Berhasil Ditangkap GAGASANRIAU.COM, KUANSING -Bencana banjir beberapa kali menimpa warga Kabupaten Kuansing menenggelamkan sejumlah fasilitas serta lahan persawahan warga.  
  • Senin,26 November 2018 - 22:36:23 WIB

    Organisasi Dokter Bedah di Riau Serukan Mogok Operasi Pasien

    Organisasi Dokter Bedah di Riau Serukan Mogok Operasi Pasien GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -  Organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (Ikabi) Koordinaor Wilayah Riau melalui nomor surat 176/IKABI/KORWIL RIAU/XI/2018 yang berbunyi penundaan pelayanan, menyatakan mogok
  • Selasa,13 November 2018 - 18:16:34 WIB
    Gerakan Sekolah Angkasa Cinta Lingkungan di Lanud Rsn

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan

    Yasarini Lanud Rsn Ajak Siswa TK Bersih Lingkungan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Dalam rangka mendukung gerakan Sekolah Angkasa cinta lingkungan, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Lanud Roesmin Nurjadin bersama seluruh siswa melaksanakan bersih-bersih di lingkungan
  • Kamis,08 November 2018 - 15:34:56 WIB

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya

    Plank Rambu Peringatan Daerah Rawan Buaya GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 6 personil turun, dipimpin langsung oleh Kepala Resort Pekanbaru, Jaya Sitorus melakukan pemasangan plank peringatan Daerah Rawan Buaya.   D
  • Rabu,07 November 2018 - 16:11:57 WIB
    Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasiona

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas

    Balai Besar KSDA Riau Lepas Satwa Liar ke Alam Bebas GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - 5 Nobember 2018 bertepatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, Balai Besar KSDA Riau gelar pelepasliaran satwa dilindungi di kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker