LSM Lingkungan Paparkan Alasan Kenapa PT RAPP Ngotot Melawan Pemerintah


Dibaca: 1225 kali 
Jumat,15 Desember 2017 - 19:35:43 WIB
LSM Lingkungan Paparkan Alasan Kenapa PT RAPP Ngotot Melawan Pemerintah Ilustrasi
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Lembaga Swadaya Lingkungan bernama Profundo mengungkapkan latar belakang perlawanan PT Riau Andalan Pulp And Paper (PT RAPP) terkait kebijakan pemerintah pusat. Sebagaimana data yang disampaikan oleh Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) menyebutkan bahwa perusahaan bubur kertas tersebut sangat erat kaitannya dengan lembaga keuangan dan akan merugikan perusahaan orang terkaya di Indonesia Sukanto Tanoto, jika tak melakukan perlawanan terhadap kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
 
"Areal gambut PT RAPP merupakan Landbank, PT RAPP akan kehilangan 50 persen areal produksinya jika mematuhi kebijakan pemerintah untuk revisi RKU (Rencana Kerja Usaha. Red) sebab 60 persen dari luasan area PT RAPP yang berada di lahan gambut merupakan landbank" papar Made Ali Wakil Koordinator Jikalahari menjelaskan doukumen Profundo yang dikirim ke GAGASANRIAU.COM Jumat sore (15/12/2017).
 
 
Dan juga sambung Made, PT RAPP akan kesulitan bayar pinjaman. Pasalnya diterangkan Made, pinjaman yang diterima PT RAPP dan induk perusahaannya yakni APRIL (The Asia Pacific Resources International Holding's Ltd.) akan sulit dikembalikan jika perusahaan ini kehilangan area produksinya. "Bahkan APRIL akan kehilangan asetnya untuk membayar hutang tersebut" ujar Made.
 
Untuk itu terang Made, ketelitian investor dan lembaga jasa keuangan dalam memberikan pinjaman kepada badan usaha harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola dalam pengambilan keputusan investasi.
 
 
"Karena kebijakan No Deforestation, No Peat & No Expolitation (NDPE), itu merupakan tuntutan dunia dengan kebijakan NDPE akan jadi ancaman bagi PT RAPP dan usaha lainnya, karena konsumen akan memutus hubungan bisnis karena asal pasokan berasal dari kawasan gambut.
 
Sebelumnya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mempertanyakan langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atas pembatalan Rancangan Kegiatan Usaha (RKU) RAPP periode 2010-2019.
 
PT. RAPP lantas menggugat Menteri LHK ke PTUN untuk memohon pembatalan SK.5322/ 2017 tentang Pembatalan Rencana Kerja Usaha (RKU) periode 2010-2019, yang akan berakibat diberlakukannya kembali RKU PT. RAPP yang tidak sesuai dengan kebijakan perbaikan tata kelola gambut tersebut. 
 
Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono yang bertindak sebagai Kuasa Hukum pihak KLHK, mengatakan penerbitan SK.5322/2017 adalah untuk membatalkan RKU sebelumnya yang tidak sesuai kebijakan strategis nasional Pemerintah RI dalam mencegah berulangnya kebakaran hutan dan lahan yang sangat dahsyat pada tahun 2015, yang terutama diakibatkan oleh kerusakan ekosistem gambut.
 
 
Manager Corporate Communication PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Djarot Handoko, menanggapi kritik dari LSM lingkungan tersebut menyatakan semua yang disampaikan tidak benar.
 
"Intinya, opini yang disajikan tidak berdasar,  berdasarkan perundangan yang berlaku, lahan HTI tidak bisa sebagai objek pinjaman, dan perusahaan tidak pernah mengagunkan lahan HTI nya perusahaan senantiasa patuh pada peraturan yg berlaku" tulis Djarot kepada GAGASANRIAU.COM Jumat sore.
 
Editor Arif Wahyudi 

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,09 April 2019 - 09:33:56 WIB

    Perampok Bersenpi Gasak Rp200 Juta dari Anak Toke Sawit

    Perampok Bersenpi Gasak Rp200 Juta dari Anak Toke Sawit GAGASANRIAU.COM, TAPUNG HULU  - Perampok bersenjata api (senpi) berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp200 juta dari anak toke sawit, Kristian Siilaban (26 tahun).   Meski korban luput
  • Senin,08 April 2019 - 08:24:28 WIB

    Bocah Lima Tahun Diduga Dicabuli Kuli Bangunan di Tambang

    Bocah Lima Tahun Diduga Dicabuli Kuli Bangunan di Tambang GAGASANRIAU.COM, TAMBANG - Bocah perempuan yang masih berusia 5 (lima) tahun sebut saja nama Melati diduga telah menjadi korban pencabulan RD (19 tahun) yang sehari hari bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah perumahan di Ke
  • Jumat,05 April 2019 - 17:53:31 WIB

    Polisi Ringkus 2 Maling di 12 TKP

    Polisi Ringkus 2 Maling di 12 TKP GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Tim Opsnal Polsek Limapuluh berhasil meringkus 2 (dua) tersangka pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Kedua maling ini, masing masing  BS alias Beben (38 tahun) dan
  • Jumat,05 April 2019 - 17:40:29 WIB

    LSM Gerhana Minta KPK Usut Oknum Satker PSPLP Riau Soal Uang Muka Proyek TPA di Kabupaten Kuansing

    LSM Gerhana Minta KPK Usut Oknum Satker PSPLP Riau Soal Uang Muka Proyek TPA di Kabupaten Kuansing GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Riko Rivano SH, Ketua Umum LSM Gerakan Himpunan Anak Nusantara Tunas Bangsa (Gerhana) menaruh kecurigaan terhadap Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman Provins
  • Kamis,04 April 2019 - 15:33:29 WIB

    Polres Inhil Ringkus Pelaku Curanmor

    Polres Inhil Ringkus Pelaku Curanmor GAGASANRIAU.COM | PEKANBARU - Tim Opsnal Polres Inhil meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berinisial HD (15 tahun), warga Jalan H. Abdul Gani Tembilahan.   Kepala Po
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker