Kepungan Asap Makin Parah, Titik Panas Riau Melonjak Ke Angka 125

Rabu, 16 September 2026 | 18:25:30 WIB
Peta Hotspot BMKG Pekanbaru

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU - Pada Rabu sore ini, terjadi laju peningkatan titik panas (hotspot) yang terus merangkak naik hanya dalam hitungan jam.

Sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat lonjakan tajam jumlah hotspot pada Sore hari.

Situasi ini langsung berdampak pada menurunnya kualitas udara dan ruang gerak masyarakat.

"Tadi pagi 115 titik panas di provinsi Riau, terjadi peningkatan menjadi Riau 125," ungkap Prakirawan BMKG Pekanbaru, Indah DN, dalam pembaruan data Info Hotspot Prov. Riau, Rabu (16/9) pukul 16.00 WIB.

Sehingga imbas dari eskalasi hotspot ini mulai mengancam aktivitas warga.

BMKG juga mengonfirmasi bahwa jarak pandang di beberapa wilayah di Riau mulai terbatas akibat terpaan kabut asap.

Data BMKG menunjukkan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi penyumbang terbanyak titik panas di Riau dengan 73 titik, disusul Kabupaten Kampar sebanyak 34 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir dengan 11 titik.

Sementara itu, titik panas lainnya tersebar di Kota Dumai sebanyak 3 titik, serta Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Rokan Hulu, dan Siak yang masing-masing menyumbang 1 titik panas.

Kondisi Riau ini menjadi bagian dari kepungan karhutla yang meluas di Pulau Sumatera. BMKG memetakan total titik panas di wilayah Sumatera telah menembus angka fantastis, yakni 1.930 titik.

Sumatera Selatan menjadi wilayah terparah dengan sumbangan 1.414 titik panas, disusul Jambi 182 titik.

Riau 125 titik, Bangka Belitung 118 titik, Lampung 80 titik, Sumatera Barat 9 titik, serta Sumatera Utara dan Kepulauan Riau yang masing-masing mencatat 1 titik.

Dampak kepungan asap kian nyata merengut ruang gerak warga di Riau.

Berdasarkan pembaruan data jarak pandang (visibility) pukul 16.00 WIB, Kota Pekanbaru menjadi area paling terdampak dengan jarak pandang tersisa 3,5 kilometer akibat terkepung asap.

Wilayah Pelalawan dan Tambang juga mengalami penurunan jarak pandang yang kini hanya menyisakan rentang 4 kilometer. 
Sedangkan wilayah Rengat tercatat memiliki jarak pandang terbatas sejauh 5 kilometer, yang seluruhnya diselimuti kabut asap.

Terkini