Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z

Selasa, 23 April 2024 - 15:08:24 wib | Dibaca: 3103 kali 
Unilak Dukung Program Literasi Digital Sektor Pendidikan Bagi Gen Z

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Rektor Unilak Riau Prof Dr Junaidi memberikan dukungan untuk program literasi digital sektor pendidikan bagi mahasiswa (genZ). Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Roadshow literasi digital sektor pendidikan.

Kegiatan tersebut mengusung  tema "membangun jejak digital yang positif; literasi digital untuk generasi masa depan,". Diselenggarkan oleh Kementerian Kominfo, Pemprov Riau, relawan digital Riau dan Unilak, pada Selasa (23/4) di aula Pustaka Soeman HS, Pekanbaru, Riau.

Kegiatan ini diikuti 300 mahasiswa, dari berbagai fakultas di Unilak dan mahasiswa undangan dari beberapa kampus di Riau. Mengundang narasumber Fajar Eri Dianto, Wahyu Ari Sandi, dan Alfi Syafaati.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, Kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Mimi Yuliani Nazir, Bambang Tri Ketua Tim Literasi Sektor Pendidikan Kementerian Kominfo.

Prof Junaidi dalam sambutannya, mendukung program literasi digital pada generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan digital saat ini sudah sangat pesat.

Saat ini, kata dia, jutaan informasi tersaji dan dapat diakses dengan mudah di telepon seluler. Anak-anak yang lahir di tahun 2000an berada pada perkembangan teknologi digital semakin pesat.

"Ada informasi yang bermanfaat juga ada ribuan informasi bohong/hoax yang tersaji. Sehingga kita perlu menyadari agar tidak menjadi korban dunia digital. Kita harus bersahabat dengan perkembangan digital. Yang positif perlu kita ambil manfaatnya," ucapnya.

"Saat ini jangan sampai media sosial yang mengendalikan kita. Tapi kita yang harus mengendalikan diri. Hati-hati, jangan setiap hal-hal yang negatif diposting di media sosial, dikit-dikit di uplod, maka itu akan menjadi jejak digital diri," ujarnya.

Saat ini, kata Junaidi, banyak perusahaan yang melakukan rekruetmen melalui media sosial, perilaku bermedia sosial. Ia mengajak agar warganet bisa mengunggah  jejak digital dengan hal-hal positif.

*Saat ini media sosial bisa menjadi representasi diri pada hari ini. Maka saya berpesan pentingya prinsip saring sebelum sharing," ujarnya.

Prof Junadi turut memberikan tips bijak dan beretika dalam dunia digital di antaranya, bijaksana dalam meneruskan informasi yang diterima, jangan asal menyebarkan, gunakan bahasa sopan dan hindari kata multitafsir.

"Lalu, hindari penyebaran informasi sensitif diantaranya isu sara, pornografi, kekerasan, Pentingnya menghargai hasil karya orang lain, serta meminimalisir penyebaran informasi pribadi," tandasnya.


Loading...
BERITA LAINNYA