GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Lalki-laki inisial WJS, bikin heboh dan geger para pengunjung dan pengelola Hotel Favor di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tanah Datar, Kecamatan Pekanbaru Kota.
WJS adalah tamu di hotel Favor Pekanbaru, dia ditemukan tak bernyawa di dalam kamar hotel tempatnya menginap.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan pihak manajemen yang hendak mengingatkan batas waktu batas keluar hotel (check-out).
Namun niat mengingatkan itu berujung pada temuan mengerikan saat pintu kamar berhasil dibuka paksa.
AKP Anggi Rian Diansyah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, membeberkan bahwa korban tercatat telah menginap sejak awal pekan.
"Korban melakukan check-in pada Senin (20/7) malam sekitar pukul 23.02 WIB di kamar nomor 5119. Keesokan harinya korban sempat memperpanjang masa menginap," ujar AKP Anggi Rian Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).
Awal mula penemuan terjadi pada Rabu sekitar pukul 13.25 WIB. Petugas resepsionis mendatangi kamar korban karena waktu check-out telah terlewati.
Namun, puluhan ketukan pintu tak kunjung mendapat respons dari dalam kamar.
Staf hotel kemudian berinisiatif menggunakan kunci cadangan (master key).
Upaya tersebut tak membuahkan hasil lantaran pintu terhalang pengaman ganda (double lock) dari arah dalam.
Mencoba memastikan situasi, staf hotel sempat mengintip dari celah jendela samping tetapi tak mendapati pergerakan.
Manajemen akhirnya memanggil tim mekanik (engineering) dan sekuriti untuk membuka paksa akses masuk.
"Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan berada di lantai di samping tempat tidur dalam posisi duduk membungkuk dan sudah tidak bernyawa," terang AKP Anggi.
Pihak hotel lantas melaporkan insiden kematian tersebut ke Polsek Pekanbaru Kota sekitar pukul 14.15 WIB.
Tak berselang lama, personel Polsek Pekanbaru Kota yang dipimpin Kapolsek Kompol Deswandi disusul Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polresta Pekanbaru langsung meluncur ke lokasi untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Proses identifikasi di lokasi penemuan merampungkan pengumpulan barang bukti sekitar pukul 15.40 WIB.
Jenazah WJS kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan medis lanjutan (visum et repertum).
Mengenai indikasi tindak pidana maupun dugaan kekerasan di balik kematian tamu hotel tersebut, kepolisian menyatakan belum menemukan tanda-tanda mencurigakan.
Posisi pintu yang terkunci rapat dari dalam menguatkan dugaan bahwa korban menghembuskan napas terakhir seorang diri.
"Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit yang dideritanya. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil visum dari tim medis RS Bhayangkara," tutup AKP Anggi Rian Diansyah.