Wartawan Dianiaya Usai Konfirmasi Jabatan Pengurus Golkar Siak, Pemred Tribun Pekanbaru Desak Polisi Usut Aktor Intelektual

Wartawan Dianiaya Usai Konfirmasi Jabatan Pengurus Golkar Siak, Pemred Tribun Pekanbaru Desak Polisi Usut Aktor Intelektual
Foto ilustrasi (Unplash.com)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Erwin Ardian, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, mengecam keras aksi tindak kekerasan dan intimidasi yang menimpa salah satu wartawannya, Mayonal Putra.

Erwin menyebutkan bahwa penganiayaan terjadi saat korban tengah mengonfirmasi dugaan rangkap jabatan yang melibatkan pengurus Partai Golkar di Kabupaten Siak, Riau.

Erwin menegaskan, aksi kekerasan fisik terhadap jurnalis bukan sekadar ancaman atas keselamatan personal wartawan, melainkan serangan terbuka terhadap kemerdekaan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis, termasuk dugaan pemukulan yang dialami wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra, saat menjalankan tugas jurnalistik di Kabupaten Siak," tegas Erwin Ardian, Jumat (24/7/2026) dalam keterangan tertulisnya.

Intimidasi Saat Telusuri Jabatan BUMD Pengurus Partai Golkar

Dikatakan Erwin, peristiwa penganiayaan ini bermula saat Mayonal Putra tengah memverifikasi data dan mengonfirmasi kabar mengenai posisi Sekretaris DPD II Partai Golkar Siak, Robi Cahyadi, yang disinyalir turut menjabat sebagai petinggi di BUMD PT Permodalan Siak (Persi).

Mayonal awalnya menyepakati pertemuan dengan Direktur Utama PT Persi, Muhammad Nasir, di sebuah warung kawasan Jalan Raja Kecik, Siak Sri Indrapura.

Namun jelas Erwin, situasi mendadak memanas saat Sekretaris DPD II Partai Golkar Siak, Robi Cahyadi, hadir membawa rombongan massa yang diduga dibekingi oleh politisi papan atas lokal.

Seketika saja kata Erwin, kelompok tersebut mencecar Mayonal dengan intimidasi dan umpatan verbal yang berujung pada aksi pemukulan fisik.

Akibat serangan tersebut, Mayonal mengalami luka memar di bagian kening serta kacamata yang dikenakannya patah.

Desak Polres Siak Usut Aktor Intelektual di Balik Politisi Golkar

Menyikapi aksi premanisme tersebut, manajemen Tribun Pekanbaru memberikan pendampingan hukum penuh kepada Mayonal dan berkoordinasi dengan organisasi profesi wartawan demi mengawal perkara ini hingga tuntas.

Erwin juga mendesak penyidik Polres Siak bekerja secara profesional, transparan, dan objektif.

Dia meminta penyidikan tidak hanya menyasar pelaku pemukulan di lapangan, tetapi juga berani mendalami keterlibatan pihak-pihak lain yang merencanakan dan menggerakkan kekerasan tersebut.

"Kami mendesak Polres Siak mengusut tuntas perkara ini secara profesional, transparan, dan objektif. Tidak hanya mengungkap pelaku di lapangan, tetapi juga apabila terdapat pihak lain yang diduga berperan dalam merencanakan, memerintahkan, atau menggerakkan tindakan kekerasan tersebut. Seluruh fakta harus diungkap berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku," tegas Erwin.

Kekerasan Tak Akan Hentikan Kerja Jurnalistik

Lebih lanjut, Erwin mengingatkan bahwa jurnalis memiliki hak mutlak untuk mencari, memperoleh, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat tanpa bayang-bayang intimidasi politisi maupun teror premanisme.

Meski mendapatkan intimidasi fisik saat menelusuri dugaan pelanggaran pengurus Partai Golkar tersebut, Tribun Pekanbaru memastikan tetap berkomitmen menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik.

"Aparat penegak hukum harus mampu bekerja secara independen sehingga kasus ini memberikan rasa keadilan bagi korban sekaligus menjadi pesan keras bahwa tidak ada ruang bagi kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Intimidasi maupun kekerasan tidak akan menghentikan komitmen kami untuk menyampaikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index