Petani Sawit Rohul Menjerit, Sindikat Ninja Merajalela: Aparat Loyo Bongkar Aktor Intelektual?

Rabu, 04 Maret 2026 | 04:20:01 WIB
Barang bukti pick up yang digunaka Ninja sawit mencuri TBS petani di Rohul

GAGASANRIAU.COM, ROKAN HULU, -- Para petani di Desa Suka Maju, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kini berada di titik nadir kesabaran.

Pasalnya semakin maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang kian sistematis dan terorganisir telah menciptakan teror ekonomi bagi petani setempat.

Dan parahnya lagi, di tengah keresahan yang mendalam, penegakan hukum dianggap masih tumpul ke atas dan enggan menyentuh akar masalah.

Aksi yang diduga dilakukan secara terorganisir dan sistematis ini bukan hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga memicu kekhawatiran akan lemahnya efek jera bagi para pelaku.

Ketegasan aparat kini dipertanyakan; apakah akan membiarkan petani terus berjuang sendirian melawan mafia sawit?

Kronologi Penangkapan: Rakyat Bergerak Saat Aparat Terlambat

Peristiwa terbaru terjadi pada 23 Februari 2026 malam di salah satu kebun warga di Dusun Batang Samo Hilir, Desa Suka Maju. 
Dimana, dua pria berinisial FP dan MR tertangkap basah oleh warga saat memuat sawit yang diduga hasil curian ke atas mobil pick up jenis Daihatsu Gran Max.

Para petani, yang sudah geram dengan maraknya pencurian langsung bergerak cepat. Keduanya berhasil diamankan bersama barang bukti sekitar 550 kilogram TBS dan satu unit mobil yang digunakan.

Selanjutnya, pelaku dan barang bukti diserahkan ke pihak kepolisian untuk diproses hukum.

Namun, di balik penyerahan ini, muncul skeptisisme publik. Ada fakta menarik yang memunculkan dugaan kuat adanya jaringan lama yang kembali beroperasi.

Pasalnya mobil yang digunakan terduga pelaku disebut-sebut mirip dengan kendaraan yang pernah diamankan warga Rambah Tengah Utara pada 1 Oktober 2024.

Saat itu, warga RTU mengejar kawanan pencuri sawit dan berhasil mengamankan satu unit Gran Max pick up warna hitam bermuatan TBS yang diduga hasil curian.

Meski kendaraan berhasil ditinggalkan dan diamankan warga, sopir dan komplotannya berhasil melarikan diri. Mobil tersebut ditemukan dalam kondisi ban belakang kanan hancur dan bocor parah.

Kemiripan jenis kendaraan dan pola operasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, apakah ini sindikat yang sama?.

Jika benar, mengapa sindikat ini masih bisa menghirup udara segar dan terus memangsa kebun warga?

Pengacara Korban: Bongkar Aktor Intelektual!

Penasehat hukum korban, Efesus Dewan Marlan Sinaga S.H., M.H., menyatakan pihaknya telah melaporkan dugaan pencurian dengan pemberatan sesuai Pasal 477 KUHP Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Ia mengapresiasi langkah cepat penyidik yang telah menetapkan satu tersangka dan melakukan penahanan. Namun, ia memberikan catatan keras bagi kepolisian.

Ia menegaskan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata.

"Tidak mungkin mereka bergerak tanpa komando. Ini bukan aksi tunggal. Kami minta penyidik membongkar siapa aktor intelektualnya,” tegasnya.

Ia juga meminta agar kepemilikan mobil yang digunakan pelaku diusut secara mendalam. Menurutnya, kendaraan tersebut diduga telah beberapa kali muncul dalam kasus serupa di wilayah Rambah dan sekitarnya.

Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa ada pembiaran terhadap armada yang digunakan untuk kejahatan berulang.

Narkoba di Balik Aksi Kriminal

Lebih jauh, kuasa hukum mengungkap adanya temuan narkoba di saku salah satu terduga pelaku saat diamankan warga. Temuan itu berada di dalam kotak rokok dan kini menjadi perhatian khusus.

“Jangan sampai ini hanya berhenti pada pencurian sawit. Jika ada indikasi tindak pidana lain, harus dibongkar sekalian,” ujarnya.

Warga kini menunggu ketegasan aparat, khususnya Polres Rokan Hulu, untuk tidak sekadar memproses pelaku kelas bawah, tetapi mengurai dugaan jaringan yang lebih besar dan terstruktur.

Jika pola berulang ini tidak segera diputus, bukan tidak mungkin Desa Suka Maju dan wilayah sekitar akan terus menjadi sasaran empuk sindikat pencurian sawit.

Masyarakat berharap kasus ini benar-benar diusut hingga ke akar, agar rasa aman kembali dan para petani tidak lagi menjadi korban berulang dari praktik kejahatan yang diduga terorganisir.

Publik kini memelototi kinerja Polres Rohul; apakah mereka berani menyapu hingga bersih, atau tetap memelihara debu-debu mafia sawit di bawah karpet penyidikan?

Terkini